Ciptakan Alat Deteksi Cheater CS:GO, Efektifkah?

Berbicara tentang cheater, Valve sudah memiliki alat pendeteksi cheater yang ampuh untuk game CS: GO, yakni Valve Anti Cheat (VAC). Sistem yang dibuat khusus oleh pengembang Counter Strike: Global Offensive tersebut cukup efektif untuk menjaring para pemain nakal yang bermain curang di game buatannya. Saat ini, VAC sudah berhasil menjaring hingga lebih dari 4 juta cheater di game CS: GO. Angka yang sangat fantastis, bukan?

Meskipun begitu, masih ada saja cheater yang berhasil lolos dari sistem VAC. Secanggih apa pun sistem yang dibuat, entah mengapa cheater juga semakin canggih. Mereka berhasil lolos begitu saja dari sistem VAC yang canggih. Sampai sekarang, masih banyak laporan dari para pemain CS: GO yang menemukan cheater. Ini menjadi bukti bahwa VAC masih mempunyai kelemahan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Valve tampaknya sedikit terbantu dengan adanya sistem artificial intelligence (AI) pendeteksi cheater yang dibuat oleh gamer berusia 19 tahun. Pemain muda berbakat tersebut menemukan alat pendeteksi cheater yang lebih tangguh. Seperti apa sistem pendeteksi cheater yang ia buat? Mari simak ulasan lengkapnya berikut.

Sang pemain muda berbakat tersebut mempunyai nickname 2Eggs. Sebelum menemukan sistem pendeteksi cheater, 2Eggs merupakan pemain yang sangat sering membantu Valve dalam menemukan berbagai bug dalam game CS: GO dan juga Steam. Saking banyaknya bug yang sudah ia laporkan, 2Eggs pun mendapatkan reward hadiah senilai US$ 11.450. Tak cukup dengan hal tersebut, kini player berbakat tersebut membuat sistem pendeteksi cheater.

Sistem pendeteksi cheater buatan 2Eggs diberi nama HestiaNet. Lewat akun utama CS: GO pribadinya, ia menjelaskan bagaimana kinerja dari HEetiaNet tersebut. Sistem pendeteksi cheater dengan robot AI tersebut bisa menentukan apakah sebuah akun menggunakan cheat atau tidak. Sistem mampu bekerja dalam waktu singkat, bahkan dalam waktu beberapa detik saja.

Setelah itu, sistem pendeteksi cheater dengan robot AI ini akan menandai akun-akun yang dicurigai menggunakan cheat. Akun yang ditandai tersebut akan terus dipantau secara berkala untuk melihat apakah Valve sudah menjatuhkan hukumannya ke akun tersebut atau belum. Jika belum, laporan pun akan terus diluncurkan ke VAC.

Tak hanya itu, HestiaNet juga akan mempelajari setiap match yang berlangsung untuk mencari kecurangan-kecurangan yang terjadi. Semakin banyak match yang dipantau, sistem pendeteksi cheater dengan robot AI ini akan semakin canggih. HestiaNet akan semakin akurat dalam mencari cheater.

Jika Anda masih penasaran bagaimana kinerja sistem pendeteksi cheater yang dibuat oleh remaja berusia 19 tahun ini, Anda bisa menyimaknya melalui postingan twitternya, yakni di @2eggsss. Ia membuat penjelasan lengkap tentang sistem HestiaNet di postingan twitternya. Dengan menyimak penjelasan langsung dari sang pencipta sistem, Anda mungkin bisa lebih paham cara kerja dari HestiaNet.

Nah, apakah menurut Anda sistem buatan gamer CS: GO ini efektif untuk memberantas banyaknya cheater yang ada di game Counter Strike: Global Offensive?

Bagaimanapun, remaja ini memang cukup kreatif dalam membantu sang pengembang untuk memberantas pemain-pemain nakal. Layaknya game online pada umumnya, cheater memang akan terus ada. Kehadiran HestiaNet di game CS: GO bisa menjadi sistem keamanan pelapis untuk memaksimalkan kinerja VAC. Apakah nantinya 2Eggs juga akan mendapatkan hadiah karena sistem canggih buatannya? Jika Valve merasa terbantu, reward untuk pemain tersebut pasti akan diberikan secara langsung. Demikian adalah informasi terbaru tentang dunia CS: GO untuk Anda. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply