Menpora: Atlet Esports Indonesia Harus Punya Fisik Bugar

Industri esports Indonesia semakin berkembang dan sudah didukung dengan baik oleh pemerintah. Pemerintah sudah benar-benar peduli dengan perkembangan esports di Indonesia. Salah satu bukti dukungan mereka yaitu dengan menyelenggarakan turnamen Piala Menpora 2020.

Meskipun hanya bermain menggunakan smartphone, tapi atlet esports juga membutuhkan tenaga, pikiran, dan konsentrasi. Hal itu diungkapkan langsung oleh Menpora, Zamanudin Ali. Menurutnya, esports juga membutuhkan tenaga fisik yang sangat keras seperti halnya olahraga umumnya.

Oleh karena itu beliau menghimbau kepada para atlet esports untuk tetap bisa menjaga kebugaran fisiknya dengan cara latihan fisik. Latihan seperti itu akan meningkatkan daya tahan tubuh mereka dan kemungkinan bisa terhindar dari terpaparnya virus corona.

esports-indonesia

Kondisi fisik yang bugar juga akan membuat mereka bisa konsentrasi dan berpikir dengan jernih. Sehingga mereka bisa bermain dengan maksimal ketika turnamens edang berlangsung. Tidak hanya bisa menghibur para penonton, mereka juga bisa memberikan prestasi terbaik.

“Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa esports bukanlah olahraga, tapi menurut saya ini juga olahraga.” ungkap Menpora pada jumpa pers turnamen Free Fire Fall Season 2 2020.

Esports juga memberikan dampak yang positif terhadap generasi muda Indonesia. Karena jika mereka berlatih dengan giat, tak menutup kemungkinan jika mereka bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Hal itu sudah terbukti dimana para atlet muda Indonesia sudah berbicara banyak di esports internasional.

Dalam jumpa pers tersebut, Menpora juga memberikan apresiasi kepada Garena Indonesia. Karena mereka telah sering menyelenggarakan turnamen esports yang menurut Menpora memberikan dampak yang positif terhadap generasi muda Indonesia.

Dia sangat senang karena anak-anak muda diberikan tontonan yang menghibur dan positif. Menurutnya hal itu lebih baik ketimbang mereka harus beralih ke jalan-jalan yang kurang baik dan bisa merugikan negara mereka sendiri.

Menpora juga mengapresiasi Garena Indonesia karena telah menyaring para pemain muda berbakat untuk dijadikan atlet esports. Turnamen Free Fire Fall Season 2 sendiri sudah diikuti oleh dua juta atlet di Indonesia. Juara dari turnamen ini nantinya akan mendapatkan hadiah sebesar Rp2 Miliar.

Tim terbaik yang berhasil menjadi juara juga akan menjadi perwakilan Indonesia di kancah Internasional. Sehingga mereka memiliki kesempatan yang sangat terbuka lebar untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Terakhir Menpora juga menyampaikan bahwa atlet esports Indonesia harus difasilitasi supaya  bisa mendapatkan hasil yang maksimal ketika bertanding.

Di Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara dengan perkembangan esports yang sangat signifikan. Bahkan pada Sea Games 2019 lalu, Indonesia mampu berbicara banyak dengan berhasil mengalahkan negara Asia Tenggara lainnya.

Beberapa tim esports Indonesia juga telah berhasil menunjukkan kelasnya di kancah dunia. Salah satunya adalah EVOS Legends yang berhasil menjadi juara dunia Mobile Legends atau M1 pada tahun 2019 lalu.

Leave a Reply