Perdebatan Nama Tim Terrorist dan Co-Terrorist Game CS: GO

Sebagian besar komunitas CS: GO di berbagai belahan dunia tengah memperdebatkan tentang sistem game yang lebih advertiser friendly. Tak bisa dipungkiri, game bernama Counter Strike: Global Offensive ini adalah salah satu game esports terbesar di dunia. Jumlah fansnya pun tidak sedikit. Jika sebagian besar komunitas menghendaki sebuah perubahan tertentu, pihak pengembang pasti akan mempertimbangkannya.

Dilansir dari hltv.com, perdebatan yang terjadi adalah perihal mengubah game menjadi lebih advertiser friendly. Seperti yang kita ketahui bersama, dalam game Counter Strike: Global Offensive, ada dua tim yang harus bertanding. Tim pertama bertindak sebagai terrorist dan tim lain bertindak sebagai counter terrorist. Pemain yang bertindak sebagai terrorist akan berusaha menghancurkan bomb site. Sebaliknya, counter terrorist berusaha untuk menghentikan para terrorist atau men-defuse berbagai bom yang sudah aktif.

Penggunaan nama terrorist dan juga counter terrorist tentu menjadi cukup kontroversial. Akan sedikit pihak sponsor yang tertarik untuk berinvestasi di game ini. Berdasarkan hal tersebut, pihak komunitas pun menginginkan sebuah perubahan yang bisa membuat masa depan game ini menjadi lebih baik. Seperti yang kita ketahui bersama, game ini setidaknya sudah malang melintang hingga 20 tahun lamanya. Jika pihak pengembang berani membuat perubahan-perubahan besar yang lebih menguntungkan ekosistem game ini pun akan jadi lebih baik.

Kemarin, usai kemenangan debut tim Evil Geniuses di kejuaraan ESL One New York, melalui postingan twitternya, Michal “Charmac” Bicharz membuat polling tentang perubahan nama. Postingan tersebut berisi tentang usulan perubahan nama untuk tim terrorist dan counter terrorist usai Rod “slasher” Breslau mengemukakan pendapatnya bahwa nama tersebut memang harus diganti.

Dalam voting yang dilakukan melalui akun twitter pribadinya tersebut, setidaknya ada 70% dari 13.000 komunitas yang memilih untuk mempertahankan nama yang sekarang. Namun, angka 30% yang memilih menggunakan nama baru tentu tidak bisa dipandang sebelah mata. Setidaknya ada banyak sekali komunitas yang sependapat bahwa nama tim dalam game Counter Strike: Global Offensive perlu diganti.

Mantan pemain CS: GO dan juga Call Of Duty bernama Alex “LeX” Deily pun memberikan komentarnya. Menurut pendapatnya, perubahan nama tersebut mungkin saja bisa memberikan dampak yang positif di dalam game itu sendiri. Nah, sebagai bagian dari fans CS: GO, apakah Anda juga berpendapat demikian?

Lex juga mengatakan bahwa sebagai gantinya game Counter Strike: Global Offensive ini bisa mengikuti apa yang dilakukan CoD. Dalam game CoD, mereka menggunakan kata “Offense dan Defence. Dengan nama tersebut, tiap tim akan terdefinisikan dengan jelas. Lalu, yang lebih penting lagi, nama tersebut lebih mudah dimengerti.

Meskipun tidak sedikit fans yang mengharapkan adanya perubahan, tampaknya desainer map FMPONE yang telah menampilkan Cache keduanya di ESL One New York itu tak terlalu antusias dengan perdebatan perihal perubahan nama game. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, perubahan apa pun yang terjadi dalam sistem game akan menimbulkan perdebatan lainnya. Sebagai game yang sudah malang melintang selama kurang lebih 20 tahun, Valve harus mempertimbangkan dengan hati-hati semua pemikiran dari fans yang bermain. Dengan begitu, mereka bisa melakukan perubahan atau perbaikan yang sesuai dengan harapan para pemainnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang perdebatan nama tim terrorist dan counter terrorist yang sempat diperebutkan oleh komunitas CS: GO ini? Anda juga berhak menyampaikan pendapat Anda ya. Silahkan bagikan di kolom komentar, ya.

Leave a Reply