Pro Circuit Buatan ESL Berpotensi Rusak Ekosistem CS: GO

Sambil menunggu hasil StarLadder Berlin Major 2019, ESL dan DreamHack baru saja mengumumkan peluncuran turnamen baru bernama CS: GO Open Circuit. Sistem baru turnamen Counter Strike: Global Offensive yang satu ini akan berlangsung perdana pada tahun 2020. Tak tanggung-tanggung, hadiah yang disediakan sebesar 5 juta USD atas nama ESL, DreamHack, dan juga IEM. Sayangnya, turnamen ini tak langsung disetujui oleh tim professional. Apa alasannya?

Sebelumnya, tujuan dari ESL Pro Tour adalah menggabungkan lebih dari 20 turnamen di dalam satu kompetisi. ESL Pro Tour hadir dalam dua kelas, yakni Challenger dan juga Master. Untuk kelas Challenger, akan ada 8 turnamen yang di dalamnya termasuk DreamHack Open, ESL National, dan Mountain Dew League. Kemudian untuk kelas Master, ada ESL One, DreamHack Masters, Intel Extreme Masters, dan juga ESL Pro League.

ESL

Jika dilihat sekilas, turnamen ini sebenarnya terlihat lebih sederhana. Tim yang berpartisipasi akan melakukan pertandingan sepanjang tahun. Mereka akan bertanding pada kompetisi major atau minor. Kemudian, yang jadi kelebihan dari sistem baru ini adalah adanya kompetisi major yang juga melibatkan perebutan Intel Grand Slam dengan hadiah senilai $ 1 juta. Kompetisi tersebut juga dilengkapi dengan adanya kompetisi minor.

Dengan adanya dua kompetisi tersebut, tim yang bukan merupakan tim besar bisa ikut andil dalam turnamen tersebut. Sayangnya, yang menjadi kekurangan turnamen ini adalah tim partisipan tidak diperbolehkan mengikuti turnamen lain.

Banyak tim profesional yang kurang setuju dengan metode sirkuit yang satu ini. Alasannya adalah karena sistem yang baru ini sangat berpotensi untuk merusak ekosistem game Counter Strike: Global Offensive yang sudah berjalan sampai hari ini. ESL Pro League mengharuskan tim partisipannya untuk tak bertanding di turnamen yang lainnya.

ESL

Hal ini tentu akan membuat tim-tim yang juga mengikuti turnamen ECS garapkan FACEIT merasa tertekan. Berkaitan dengan hal ini, Nikolaj Nyholm selaku CEO dari Astralis mengungkapkan bahwa timnya tak akan berpartisipasi pada liga apa pun jika tidak ada representasi langsung dari para pemainnya. Saat ini, Counter Strike Players’ Association (CSPPA) juga sedang membahas turnamen baru tersebut.

Meski begitu, turnamen ini tetap dapat membawa angin segar untuk ranah Counter Strike: Global Offensive. Seperti yang telah dijelaskan di atas, berkat turnamen Major, tim-tim kecil pun bisa ikut bertanding pada kompetisi ini. Tim Counter Strike: Global Offensive yang berasal dari negara Brazil dan Australia yang dinilai kurang begitu kompetitif pun bisa ikut bersaing ketat pada babak regional wilayah.

ESL

Satu hal lagi, banyaknya turnamen professional yang menjadi bagian dari Pro Circuit juga membuat game ini terus berkembang. Apakah Anda termasuk orang yang juga menentang konsep baru turnamen yang satu ini? Atau justru sebaliknya?

Seperti yang kita ketahui bersama, ekosistem Counter Strike: Global Offensive tetap terjaga berkal kompetisi yang selalu diselenggarakan secara stabil. Tak hanya menghadirkan pertandingan yang seru, melalui kompetisi ini industri esports pun terus berkembang. Sayangnya, apabila sistem sirkuit ini resmi ditetapkan dan beberapa tim terpaksa menandatangani kontrak pertandingan, mereka terpaksa mengikuti serangkaian liga panjang ini. Mereka tidak bisa mengikuti kompetisi CS: GO yang lainnya.

Mari kita lihat saja bagaimana realisasinya nanti. Bagaimanapun, saat ini masih dalam proses pengembangan. Siapa tahu nantinya ada perubahan-perubahan lain yang menjadi jalan tengah antara tim yang berpartisipasi dan juga penyelenggara.

Leave a Reply