Blast Pro Series, Kritik Deras Kubu Astralis

zonic astralis

Turnamen Blast Pro Series yang telah digelar di Madrid memang memberikan kekecewaan yang mendalam pada kubu Astralis. Siapa sangka, pemain pro Astralis yang banyak diprediksi akan menjuarai Blast Pro Series ternyata bungkam di tangan ENCE. Kekalahan ini tentu menodai karier cemerlang seorang astralis. Beragam kritik pun mengalir deras pada kubu Astralis, terutama atas keputusan sang pelatih, Danny Zonic Sorensen, untuk hanya fokus pada Blast. Akan tetapi, justru kekalahan yang diterima.

ence blast pro series
hltv

Menanggapi kritik tersebut, akhirnya sang pelatih angkat bicara dalam sebuah wawancara. Menurut Zonic, Astralis mempunyai kewajiban yang sama untuk Turnamen Blast Pro Series seperti peserta-peserta lain. Tim tidak menetapkan tujuan untuk hanya tampil pada Blast Pro Series. Zonic sendiri terkejut mengapa banyak orang yang justru berkomentar sebaliknya.

Pada kenyataannya, kontrak antara pemain Astralis dengan penyelenggara Blast Pro tidak berbeda dengan yang ditandatangani oleh peserta lain pada musim ini. Masing-masing dari tujuh tim yang ikut bertanding harus menghadiri lima kejuaraan untuk setiap tahunnya. Menurut tim perwakilan dari pihak Blast Pro, perjanjian antara pihak turnamen dengan tim tidak berbeda dari yang ada pada liga ECS atau Liga ESL Pro.

Alasan Tim Astralis yang Terkesan Menolak Turnamen Lain

Dalam menanggapi komentar bahwa timnya hanya fokus pada satu liga saja, Astralis sebenarnya punya alasan tersendiri. Alasan utama tim ini menolak turnamen lain, terutama yang membutuhkan penerbangan panjang adalah karena alasan kesehatan masing-masing atlet. Hal ini pun dibenarkan oleh sang pelatih. Menurut Zonik, metode perawatan khusus dalam perencanaan turnamen sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan para pemain. Tim tidak bisa memaksakan pemain untuk mengikuti berbagai turnamen tertentu.

Pada dasarnya, tidak ada alasan untuk hanya fokus pada satu Turnamen Blast Pro Series saja. Pihak Blast Pro memang menyediakan peralatan komputer terbaik untuk turnamen yang mereka selenggarakan. Akan tetapi, semua turnamen lain juga memberikan fasilitas yang kurang lebih sama. Peralatan profesional dan keramahtamahan pihak penyelenggara ini akan sangat membantu kehidupan para atlet eSports.

Turnamen Selanjutnya yang Akan Diikuti Tim Astralis

Para penggemar tak perlu khawatir. Kekalahan pada Turnamen Blast Pro Series Madrid tidak menghentikan langkah tim ini untuk terus maju. Kapten tim Astralis, Lukas Gla1ve Rossander mengatakan bahwa akan ada beberapa turnamen yang akan dikunjungi tim pada liburan musim panas nanti. Menurut Gla1ve, ada tiga turnamen yang sudah menunggu di depan, yaitu kompetisi final LAN ECS dan juga ESL Pro League serta Kejuaraan terakhir ESL One Cologne 2019.

ESL One Cologne 2019
Dari pengumuman tersebut, tim ini berarti kehilangan CS Summit 4, Dream Hack Master Dallas 2019, dan juga Blast Pro Series di Los Angeles 2019. Tim Astralis hanya akan fokus pada tiga pertandingan seperti yang sudah dijelaskan oleh sang kapten.

Tahun ini, puncak kejayaan tim Astralis sepertinya tidak seheboh tahun 2018 lalu. Pada tahun 2018, tim Astralis tercatat mengikuti 17 turnamen CS GO di berbagai belahan dunia. Dari 17 turnamen tersebut, tim yang dipimpin oleh Lukas “Gla1ve” berhasil menjuarai 10 di antaranya. Keuntungan yang berhasil diraih tim mencapai hingga lebih dari Rp 50 miliar. Tentu sangat fantastis.

Penggemar Astralis masih mengharapkan tim ini bisa bangkit lagi untuk mencapai kesuksesan yang sama. Penggemar berharap tim ini bisa mengikuti lebih banyak turnamen sehingga kesempatan untuk menjadi juara bisa lebih banyak lagi.

Leave a Reply