Astralis dan Origen Resmi Dijual oleh RFRSH

Kali ini, penggemar Counter Strike: Global Offensive kembali dikejutkan oleh kabar terbaru dari tim Astralis yang resmi dijual oleh RFRSH Entertainment. Tak hanya astralis, tim League of Legends yang juga bernaung di bawah perusahaan yang sama juga resmi dijual. Kira-kira, apa yang terjadi di tubuh RFSH?

Pertengahan Juli lalu, kita sudah diterpa beberapa kabar tentang RFRSH yang ingin melepaskan Astralis dan Origen demi lebih fokus menyelenggarakan BLAST Pro Series. Solusi untuk hal ini adalah RFRSH membagi organisasinya menjadi dua, yakni RFRSH Entertainment dan RFRSH Teams. RFRSH Entertainment ini akan fokus mengurus penyelenggaraan BLAST Pro Series dan RFRSH Teams akan mengurus Astralis dan Origen yang berada di bawah naungan RFSH.

Akan tetapi, yang perlu digarisbawahi adalah pemisahan tersebut masih belum bersifat final. Artinya, masih ada kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa terjadi dalam tubuh RFRSH dan juga dua tim raksasa yang berada di bawah naungannya. Setelah beberapa hari berlalu, kabar mengejutkan kembali terjadi. Kini, RFRSH justru resmi menjual tim Astralis dan juga Origen.

Kabar ini datang dari sport.tv2.dk. Pada berita yang dimuat dalam situs tersebut, Astralis dan Origen resmi dijual oleh RFRSH dengan nilai sekitar $11,1 – $16.6 juta dolar Amerika. Organisasi baru yang dikabarkan akan membawahi Astralis dan Origen adalah Astralis Group ApS. Dalam organisasi baru ini, ada figur olahraga dan juga bisnis yang berasal dari Denmark. Organisasi ini tidak sepenuhnya baru. Orang-orang yang berada di dalamnya juga masih ada kaitannya dengan RFRSH.

Dengan adanya organisasi baru, hal ini pun berimbas kepada sang CEO dari RFRSH Entertainment, yakni Nikolaj Nyholm. Menurut beberapa kabar yang beredar, Sang CEO akan mengikuti Astralis dan Origen. Ia akan mengambil jabatan yang sama dalam Astralis Group ApS. Tak hanya Sang CEO, co-founder Astralis Jakob Lund Kristensen dan juga beberapa orang penting dari RFRSH Entertainment juga mengikutinya. Mereka punya ambisi yang sama, yaitu ingin membesarkan nama Astralis dan juga Origen.

Hal yang melatarbelakangi adanya pemecahan ini diduga karena kritik yang terus-menerus diterima oleh Astralis setelah ketidakikutsertaan mereka dalam turnamen besar. Komunitas Counter Strike: Global Offensive menganggap bahwa Astralis hanya mementingkan BLAST Pro Series dan mengacuhkan turnamen CS: GO besar yang lainnya.

Tak hanya kritis pedas yang diterima, absennya Astralis di beberapa turnamen besar juga membuatnya kehilangan posisi sebagai tim terbaik dunia. Lebih parahnya lagi, Astralis tidak hanya merosot di posisi kedua, tetapi di posisi ketiga. Dua tim yang berhasil mengunggulinya adalah Team Liquid dan juga Vitality di posisi ketiga. Sebagai tim yang hampir tak terkalahkan dalam waktu yang lama,  posisi ketiga ini jelas menjadi kemunduran yang besar.

Organisasi baru bernama Astralis Group ApS ini diharapkan akan bisa mengurus dengan baik tim Astralis dan Origen untuk ke depannya. Bagaimanapun, sampai hari ini Astralis masih dianggap sebagai salah satu tim Counter Strike: Global Offensive yang paling ditakuti. Jika mau berjalan cepat, tim ini sangat mungkin untuk merebut posisinya kembali sebagai tim CS: GO terbaik dunia.

Apakah turnamen BLAST Pro Series akan semakin membaik setelah RFRSH menjual Astralis dan Origen? Kita lihat saja nanti. Jika ini adalah solusi yang terbaik, seharusnya turnamen BLAST Pro pun akan semakin baik. Akan tetapi, mengingat RFSH Entertainment juga ditinggalkan oleh beberapa figur penting perusahaan, ada juga kemungkinan buruk yang lain. Kita tunggu saja kabar terbarunya.

Leave a Reply