BnTeT Pemain Esports CSGO Indonesia yang Mendunia

BnTeT 2

Siapa sangka pemain esports asal Indonesia ternyata bisa bersaing di ajang internasional. Hansel Ferdinand yang memiliki nick name BnTeT ini merupakan atlet Counter Strike GO Indonesia yang tergolong veteran. Ia saat ini sedang menjalani boothcamp untuk persiapan event esports.

Boothcamp ini diadakan di Kiev Ukraina sebagai persiapan untuk IEM Sydney China Qualifier dan StarLadder Shanghai. Dari wawancara yang dilakukan oleh pihak Tempo kepada pemain pro ini, dapat diketahui bahwa persiapan ini merupakan tahapan penting bagi tim esports yang serius menarget kemenangan.

BnTeT 3

Hansel saat ini sedang bermain bersama time sports asal China dengan nama Tyloo. Sebagai tim pro CS:GO, mungkin nama ini masing agak asing bagi fans esports di Indonesia. Nama Tyloo sendiri tergolong tim kelas menengah jika dilihat dari kacamata rank poin esports yang sekarang didominasi oleh tim Astralis.

Walaupun begitu, sebagai pemain dari Indonesia, mampu berkompetisi di tim kelas internasional tentu tetap membanggakan. Sebelum bergabung dengan Tyloo, Hansel juga pernah bermain di bawah naungan NXL dan Recca. Jika dilihat dari tim – tim yang menampung Hansel, ia tergolong pemain yang dicari untuk skill-nya.

BnTeT

Sejarah bagaimana Hansel bisa sampai ke Tyloo bermula dari ajakan Haowen Xu. Haowen lebih dikenal dengan nick Somebody ini saat itu merupakan salah satu member Tyloo. Ia mengajak Hansel untuk bergabung lewat Steam chat. Undangan ini tentu dianggap serius oleh kedua pihak. Akhirnya dengan persetujuan dari tim Recca, atlet CS:GO Indonesia ini berpindah ke Tyloo.

Saat ditanya bagaimana komunikasi antara Hansel dan tim mate saat bermain, ia mengatakan pada pihak Tempo bahwa hal ini sudah – susah gampang. Ia mengaku tidak bisa berbahasa Mandarin dan lebih memilih bahasa Inggris untuk komunikasi. Walaupun begitu ia yakin untuk kedepannya, ia dan tim bisa lebih memperbaiki komunikasi dengan mencampurkan bahasa Chinese sederhana dan juga bahasa Inggris untuk berkomunikasi di game.

Kehebatan bermain counter strike yang ditunjukan atlet CS:GO Indonesia ini sebetulnya merupakan hasil kerja keras. Ia lahir pada 28 Agustus 1995 dan sudah tertarik bermain game sejak kelas 5 SD. Pada tahun 2005 ia mulai meningkatkan jam mainnya dan sangat ketagihan dengan genre FPS.

BnTeT 1

Ia mengaku sering bermain ke warnet tiap hari Sabtu bersama teman – temannya. Game yang membuatnya ketagihan saat itu adalah Counter Strike 1.6. Ia mengaku lebih sering bermain di Warnet karena di rumah tidak memiliki PC. Setiap bermain, Hansel menghabiskan waktu minimal 5 jam. Saat itu harga warnet per jam-nya adalah sekitar 2 ribu Rupiah, jadi buat anak seumuran Hansel waktu itu, pengeluaran ini sudah cukup lumayan.

Beberapa tahun setelah bermain di komputer warnet, atlet CS:GO Indonesia ini akhirnya memutuskan untuk menabung demi memiliki komputer pribadi. CS 1.6 merupakan game yang cukup ringan dan ia mengaku membeli komputer sendiri untuk bisa memainkan game yang lebih berat. Nah, dari situlah ia mulai meningkatkan jam bermainnya lebih banyak dan mengganti peralatan komputenya agar bisa lebih kompetitif.

Bagaimana, menarik bukan cerita tentang pemain pro Hansel ini? Mudah – mudahan aksi Hansel ini bisa menginspirasi anak muda untuk maju menjadi atlet CS:GO Indonesia dan berkompetisi untuk mengharumkan nama bangsa!

Leave a Reply