BOOM ID Didiskualifikasi dari MGA 2019

Kabar buruk bagi penggemar Counter Strike: Global Offensive bahwa BOOM ID didiskualifikasi dari kualifikasi tertutup MSI Gaming Arena 2019. Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 13 Juli 2019, tim asal Indonesa ini baru saja memantapkan posisinya karena berhasil lolos babak kualifikasi MGA 2019. Sayangnya, BOOM ID dan juga para penggemar CS: GO harus mengalami kekecewaan karena tim ini didiskualifikasi. Lalu, apa sebenarnya penyebab BOOM ID Didiskualifikasi?

Seperti yg sudah kita ketahui bersama, MSI Gaming Arena atau yang biasa disebut MGA 2019 akan segera dilaksanakan pada 29 September 2019. Beberapa daerah pun segera menggelar babak kualifikasi untuk memperebutkan tiket menuju MGA 2019. Sayangnya, BOOM ID yg kemarin lolos pada babak kualifikasi tertutup Asia-Pasifik resmi didiskualifikasi.

Penyebab utama tim ini didiskualifikasi adalah karena salah satu pemain tidak memenuhi persyaratan peraturan. Dalam kejuaraan ini, minimal atlet esports yang bermain adalah berusia 16 tahun. Akan tetapi, satu pemain Counter Strike: Global Offensive BOOM ID kedapatan baru berusia 15 tahun. Pemain yang dimaksud adalah Jason “F0rsakeN” Susanto. Karena alasan ini, BOOM ID resmi didiskualifikasi dari turnamen tersebut.

Kabar buruk ini pertama kali diketahui melalui postingan Facebook yg diposting oleh pemilik BOOM ID, yaitu Gary “Natsuba” Ongko Putera. Pemilik sekaligus pendiri BOOM ID Ini mengungkapkan bahwa BOOM ID harus didiskualifikasi karena Jason “F0rsakeN” Susanto masih berusia sangat muda. Sang pemilik juga meminta maaf kepada para penggemar karena manajemen BOOM ID kurang teliti dalam membaca buku peraturan atau rulebook dari turnamen ini.

Dengan kabar ini, bisa dipastikan bahwa Bakoro “Roseau” Dwi Putra dan juga rekan-rekan pemain CS: GO BOOM ID harus berhenti dari kualifikasi MSi Gaming Arena 2019. Mereka gagal bertanding dengan tim kuat asal belahan bumi lain untuk mengetes kemampuan bermain mereka.

Jika dilihat selama babak kualifikasi satu, Roseau dan kawan-kawan sebenarnya sudah bermain sangat bagus. Tim dengan tagar khas #HungryBeast ini berhasil mengalahkan lawan-lawannya, termasuk Entity Gaming asal India sampai dengan Team Aster asal Tiongkok. Sungguh sangat disayangkan bahwa tim ini harus didiskualifikasi sebelum turnamen berlangsung.

Karena didiskualifikasi, BOOM ID akan digantikan oleh Team Aster yang sebelumnya telah kalah pada pertandingan terakhir menuju kualifikasi tertutup MSI MGA 2019. Formasi para peserta yang akan bertanding di kualifikasi tertutup Asia adalah Vici Gaming, Alpha Red, EHOME, Team Maple, Lucid Dream, Team BOOT, rTE, Dan Team Aster. Sebanyak 8 tim ini bertanding untuk mendapatkan satu tiket menuju babak utama MSI MGA 2019 yang akan diadakan di Brookly, New York’s, Amerika Serikat.

Babak kualifikasi Asia sudah diselenggarakan pada 3 Agustus 2019 kemarin. Vici gaming pun telah keluar sebagai pemenang kualifikasi Asia. Satu tim lagi yang lolos kualifikasi adalah ex-Epsilon esports yang merupakan wakil dari kualifikasi Eropa. Masih ada dua tim lagi dari kualifikasi Amerika Utara dan CIS. Keempat tim ini akan bertanding pada babak inti dengan memperebutkan total hadiah uang sebanyak $60.000 dolar Amerika. Siapa jagoan Anda dalam MSI MGA 2019 Ini?

Meski tak lolos kualifikasi dan otomatis tak bisa bermain di babak inti, penggemar Counter Strike: Globar Offensive tak perlu terlalu kecewa. Masih ada banyak kesempatan lain yang bisa diikuti oleh BOOM ID dan juga tim-tim CS: GO asal Indonesia lainnya. Mari kita terus dukung perjuangan tim-tim esports asal Indonesia.

Leave a Reply