Coldera Mengeluhkan Perlakuan MiBR yang Tak Adil

Marcelo “Coldzera” David adalah pemain Counter Strike: Global Offensive yang sangat terkenal. Ia sempat memegang gelar pemain terbaik dunia. Tak heran jika pemain yang berasal Brazil ini sangat populer dan memiliki banyak fans di berbagai penjuru dunia.

Sejak tahun 2015 lalu, Coldzera resmi membela tim MiBR setelah memutuskan keluar dari tim Luminosity Gaming. Akan tetapi, hal yang patut disayangkan adalah setelah berada di bawah naungan MiBR, prestasi Coldzera justru meredup. Akhirnya, pada Juli lalu, pemain asal Brazil ini pun memutuskan keluar dari susunan pemain aktif tim ini. Alasannya tidak lain adalah merasa frustrasi dengan gaya bermain para anggota tim yang menurutnya sangat tidak maksimal.

Pada 3 – 4 Agustus 2019 lalu, MiBR menggelar jumpa fans di kawasan Sao Paulo. Meskipun sudah keluar dari susunan roster utama dan menjadi pemain tidak aktif, secara resmi Coldzera masih tergabung dengan MiBR. Ini membuatnya harus hadir pada acara jumpa fans tersebut.

Sebagai bagian dari tim MIBR, Marcelo “Clodzera” David memang mendapat undangan untuk hadir dan berpartisipasi dalam acara jumpa fans tersebut. Akan tetapi, meski ia sudah mencoba hadir di sana, Coldzera tak diajak naik ke panggung. Padahal, anggota timnya berada di atas panggung dan berkesempatan melakukan acara tanya jawab dengan para fansnya. Anggota tim juga sempat mengumumkan divisi baru MiBR yang diberi nama Rainbow Six.

Tak hanya itu, pada saat sesi tanda tangan, pemain yang sudah berada di bangku tak aktif ini pun mengungkapkan bahwa ia hanya diberi waktu sekitar 30 menit saja. Waktu tersebut tentu sangat kurang untuk menyelesaikan seluruh permintaan dari fans. Coldzera pun mengaku sangat kecewa atas perlakuan MiBR kepada dirinya pada event jumpa fans tersebut. Padahal, pada event ini, ia hanya berniat menghibur para fans-nya.

Perlakuan yang dirasa tidak adil ini mungkin saja disebabkan oleh permintaan Coldzera yang ingin keluar dari divisi aktif Counter Strike: Global Offensive. Meski sudah tidak lagi aktif di roster utama, Coldzera masih harus berada di tim ini karena kontraknya masih tersisa 2 tahun lagi. Masa penantian yang cukup panjang tentunya.

Jika Coldzera ingin segera keluar dari tim dan bergabung dengan tim baru, maka harus ada buyout atas dirinya. Tim yang tertarik dengan Coldzera harus membelinya dari MIBR. Tentu saja harga beli pemain ini diprediksi akan sangat mahal. Menurut Anda, siapakah tim yang paling cocok menjadi tempat berlabuh pemain asal brazil ini?

Di dunia kompetitif game CS: GO, skill memang bukan menjadi alasan utama untuk kesuksesan tim. Para pemain juga harus bisa berkoordinasi dengan baik. Kerja sama tim adalah kunci utama untuk bisa memenangkan pertandingan Counter Strike: Global Offensive. Dalam hal ini, Coldzera sepertinya kurang bisa menyelaraskan diri dengan para anggota tim yang ada di MiBR.

Meski pernah memegang gelar sebagai pemain Counter Strike: Global Offensive terbaik, Coldzera sepertinya kesulitan untuk membangun kerja sama tim yang baik. Ini menjadi alasan mengapa MiBR tetap kurang maksimal dalam mengikuti turnamen meski memiliki pemain-pemain terbaik. Kita doakan saja semoga Coldzera berhasil mendapatkan rumah baru yang lebih baik dari MiBR. Di sisi lain, semoga masa depan MiBR kembali bersinar dengan menemukan pemain-pemain terbaik yang bisa bekerja sama secara maksimal.

Perkembangan dunia Counter Strike: Global Offensive memang selalu menarik untuk diikuti. Di luar negeri, game ini menjadi salah satu game esports terbesar di dunia. Lalu, siapa tim Counter Strike: Global Offensive favorit Anda?

Leave a Reply