Complexity Tawar Aleksib Sebesar 1 Juta Dolar?

Complexity Gaming merupakan salah satu tim asal Amerika Utara yang beberapa tahun belakangan tengah sepi prestasi. Meski termasuk salah satu tim senior, tim Counter Strike: Global Offensive yang satu ini belum juga menghasilkan prestasi yang membanggakan. Ini tentu bukan sesuatu hal yang baik untuk terus dilanjutkan. Untuk kelangsungan tim yang lebih baik, mereka harus bangkit dan memperoleh kejayaan.

Tim Counter Strike: Global Offensive milik Complexity memang selalu identik dengan cerita kurangnya prestasi serta ketidakpuasan organisasi. Meski begitu, tim yang satu ini terus berniat untuk berbenah diri. Pada akhirnya, Jason Lake selaku CEO dari Complexity Gaming tidak memberikan toleransi apa pun untuk pemain yang tidak memberikan kontribusi pada tim. Sang CEO akhirnya memutuskan untuk membangun sebuah roster baru yang di dalamnya diisi oleh para pemain bintang. Bahkan, kabarnya sang CEO tak keberatan untuk mengeluarkan uang yang banyak demi membentuk sebuah tim juggernaut.

liquipedia

Bulan lalu, Complexity sudah memboyong dua pemain bintang ke dalam tim. Mereka adalah Benjamin “blameF” Bramer dan Will “RUSH” Wierba. BlameF sendiri merupakan pemain asal Denmark yang sebelumnya pernah membela Heroic dan Epsilon eSports. Bersama dengan Complexity, blameF berperan sebagai in game leader dan juga seorang rifler.

Sementara itu, RUSH merupakan pemain berusia 25 tahun yang sudah punya banyak pengalaman di dunia Counter Strike: Global Offensive. Ia tercatat pernah membela tim-tim besar Amerika, seperti Cloud9 dan OpTic Gaming. Saat ini, dirinya pun dipercaya sebagai rifler pada tim Complexity Gaming.

dreamhack

Sampai saat ini, belum ada kabar resmi terbaru dari Complexity terkait siapa pemain yang akan didatangkan setelah RUSH dan juga blameF. Akan tetapi, berdasarkan sebuah laporan terbaru dari komunitas, tim veteran asal Amerika Serikat ini baru saja menghubungi beberapa pemain asal Eropa. Salah satu pemain yang mereka hubungi adalah Aleksi “Aleksib” Virolainen. Apakah benar mereka akan mendatangkan Aleksib?

Dari segi skill, Aleksib memang menjadi pemain muda yang bisa diandalkan. Pemain asal Finlandia tersebut sekarang ini duduk di bangku cadangan ENCE.  Meski tercatat sebagai pemain muda, sebelum masuk ke bangku cadangan, Aleksib adalah seorang in game leader. Sepak terjangnya di dunia Counter Strike: Global Offensive juga tak bisa diremehkan.

Nah, menurut laporan dari salah seorang jurnalis esports terpercaya, Richard Lewis, mengungkapkan bahwa Aleksib sempat ditawarkan uang total US$ 1 juta untuk bermain di bawah naungan Complexity. Sayangnya, tawaran tinggi tersebut ditolak oleh sang pemain. Alasannya adalah keengganannya untuk pindah ke Amerika Serikat.

medium

Padahal, apabila ia menerima penawaran tersebut, bisa jadi Aleksib menjadi salah satu pemain Counter Strike: Global Offensive dengan bayaran paling tinggi sepanjang sejarah esports. Ia juga berkesempatan untuk membawa Complexity ke era yang lebih cerah. Sangat disayangkan pemain muda tersebut menolak tawaran yang sangat menggiurkan.

Isu berkaitan dengan perbincangan Complexity dan Alexib memang telah berlangsung cukup lama. Hal ini juga pernah diberitakan oleh Jarek “DeKay” Lewis yang menulis bahwa Jason Lake tengah pergi ke Eropa untuk berbincang langsung dengan sang pemain terkait masa depannya bersama tim Complexity. Sayangnya, sepertinya negosiasi tersebut tidak berjalan dengan baik.

Tak hanya Complexity Gaming yang harus mencari bintang baru, Aleksib pun demikian. Perannnya di ENCE sudah digantikan oleh Mikka “sunny” Kemppi. Jika ia ingin terus berkarier di dunia Counter Strike: Global Offensive, ia harus segera menemukan rumah baru. Apakah keduanya akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik? Kita lihat saja nanti.

Leave a Reply