Dev1ce Jelaskan Sistem Latihan Astralis, Seperti Apa?

youtube

Tim kuat Astralis memang bukan nama yang asing dunia Counter Strike: Global Offensive. Meski usianya masih terpaut jauh dari tim-tim lainnya, tim asal Eropa ini telah membuktikan kemampuannya dalam ranah kompetitif CS: GO. Dilansir dari liquipedia.net dan revivaltv.id, tim Astralis yang baru dibentuk pada 18 Januari 2016 ini sudah merajai pertandingan CS: GO dunia. Bahkan, ia sempat bertengger lama di peringkat pertama tim terbaik dunia. Meski sekarang posisinya sudah tergeser oleh Team Liquid, performa tim yang satu ini masih tak terbantahkan.

Untuk mencapai posisi sebagai salah satu tim terbaik di dunia, tentu bukan hal yang mudah. Terlebih, Astralis terkenal sebagai tim yang mendominasi pertandingan CS: GO, baik di regional Eropa maupun dunia. Apa yang membuat mereka menjadi setangguh itu? Salah satu faktor utamanya adalah pola latihan.

HLTV
HLTV

Seperti yang kita ketahui bersama, Astralis memang diperkuat oleh para pemain dengan skill individu yang luar biasa. Namun, tentu saja kemampuan individu yang luar biasa tersebut perlu dilatih agar mampu bekerja sama dengan baik dengan para pemain lainnya. Lalu, seperti apa pola latihan yang selama ini dijalani oleh Astralis?

Saat menghadiri acara OMENChallenge, Nicolai “dev1ce” Reedtz melakukan sebuah wawancara Bersama dengan Dexerto. Pada kesempatan tersebut, dev1ce sempat memberikan penjelasan perihal pola latihan yang mereka jalani. Tim Astralis memang mempunyai pola latihan yang terstruktur sehingga bisa membawanya seperti sekarang ini.

Sama seperti tim Counter Strike: Global Offensive lainnya, sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan latihan yang dijalani oleh Astralis. Menurut dev1ce, latihan yang mereka jalani cukup sederhana. Akan tetapi, latihan tersebut harus dilakukan secara maksimal, baik untuk pemain amatir maupun pemain veteran yang berada dalam tim tersebut.

TalkEsport
TalkEsport

Latihan yang mereka jalani berkaitan dengan posisi duduk mendasar, postur yang baik, latihan fisik, tidur yang cukup, cara menghilangkan stress, dan mempersiapkan mental untuk menghadapi turnamen. Yang tak kalah penting adalah perihal menjaga kesehatan dan tidak bermain serta berpikir secara berlebihan. Singkatnya, menurut dev1ce, tim Astralis lebih menekankan pada keseimbangan.

Jika kita berbicara lebih lanjut tentang mental gamers profesional, Astralis memang bisa dibilang sebagai contoh tim terbaik yang mampu menghadapi perang psikologis. Sebelum Astralis berhasil mendominasi kompetisi Counter Strike: Global Offensive, ia sudah mengalahkan lawan tersulit. Siapa lawan tersulit mereka? Tidak lain adalah ego tim itu sendiri.

Astralis tidak hanya terkenal dengan tim dengan kemampuan individu yang luar biasa. Tim yang satu ini juga sangat terkenal dengan kerja sama yang baik. Dua hal tersebut membuat para musuh sulit untuk mengalahkan Astralis. Meski tak lagi berada di puncak teratas tim terbaik, kekuatan Astralis masih belum terkalahkan.

dexerto
dexerto

Roster Astralis cenderung tidak banyak mengalami perubahan. Sang pelatih, Danny “Zonic” Sorensen sudah bergabung sejak tim ini dibentuk. Tak hanya itu, tiga pemain utama mereka, yakni dev1ce, dupreeh, dan Xyp9x juga merupakan pemain veteran yang bergabung saat awal mula Astralis dibentuk. Sang kapten, Lukas “gla1ve” Rossander, pun bergabung pada 2016. Wajar saja jika mereka mempunyai chemistry yang luar biasa.

Menjelang penghujung akhir tahun 2019, Astralis sudah kembali aktif menjalani berbagai pertandingan CS: GO. Sempat mengalami konflik internal, saat ini Astralis siap untuk mendominasi kembali ranah kompetitif CS: GO dunia. Apakah tahta sebagai tim terbaik dunia akan kembali direbut oleh Astralis? Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya. Yang jelas, tim yang satu ini memang cukup menjanjikan berkat kemampuan individu dan kerja sama tim yang luar biasa.

Leave a Reply