Divisi CS:GO Ghost Gaming Berakhir, Ini Alasannya

Organisasi esports yang cukup besar di Amerika Selatan, Ghost Gaming, secara resmi umumkan keputusannya untuk angkat kaki dari scene Counter Strike Global Offensive. Keputusan ini terpaksa diambil setelah 4 dari 5 atlet mereka menolak untuk perpanjangan kontrak. Hanya Matthew “WARDELL” Yu yang masih terikat kontrak. Pemain lainnya memutuskan untuk tidak memperbarui kontrak lainnya.

Kabar ini pertama kali diketahui melalui postingan twitter dari para pemainnya yang mengatakan bahwa dirinya telah menjadi pemain bebas atau pemain yang tak lagi terikat dengan organisasi esports mana pun. Postingan tersebut muncul pertama kali dari Kenneth “Koosta” Suen kemudian diikuti juga oleh Joshua “steel” Nissan. Lalu, setelah beberapa jam berlalu Manajemen Ghost Gaming pun mengeluarkan pernyataan resminya.

Facebook Ghost Gaming

Pernyataan resmi Ghost Gaming masih bisa dilihat di postingan twitternya pada tanggal 13 Juni 2019. Ia mengucapkan terima kasih kepada para pemain yang selama ini telah memperkuat divisi Counter Strike Global Offensive mereka sekaligus mengumumkan pembubaran. Hanya WARDELL yang masih terikat kontrak. Kemungkinan besar WARDELL pun akan dijual pada bursa pemain.

Untuk divisi CS: GO, Ghost Gaming memang masih tergolong baru. Divisi CS: GO mereka baru terbentuk pada tahun 2017 lalu. Meskipun baru, tim asal Amerika Selatan ini sudah bisa dibilang cukup sukses dalam scene Counter Strike Global Offensive Amerika atau dunia, terutama setelah kedatangan Ryan “freakazoid” Abadir pada awal tahun ini. Mereka perlahan-lahan bisa merangkak menuju posisi 20 besar di dunia dan menjadi urutan ke-3 untuk tim terbaik Amerika Serikat.

HLTV

Bukankah itu juga menjadi prestasi yang cukup membanggakan? Tim baru bisa menempati posisi ke-3 terbaik di daratan Amerika. Ia berhasil mengungguli Complexity Gaming dan juga Cloud9 yang berada di bawahnya. Dua tim di atasnya adalah NRG dan juga Team Liquid yang terpaut skor poin cukup banyak.

Dari berbagai kompetisi yang pernah diikuti, Ghost Gaming memang belum menunjukkan prestasi yang membanggakan. Mulai dari tahun 2018, Ghost Gaming sudah mulai mengikuti kejuaraan ESL PRO League, tetapi masih belum bisa mendapatkan gelar juara. Ada sekitar 10 turnamen yang sudah mereka ikuti selama tahun 2017 hingga 2019. Dari 10 pertandingan tersebut, Ghost Gaming berhasil menjadi Juara pada Zota Cup Masters 2018 – Amerika dan WESG 2018 Canada.

Sebagai tim baru, prestasi tersebut sudah cukup memuaskan. Dari pertandingan yang telah mereka ikuti, meski tak membawa gelar juara, tim CS: GO Ghost Summit sudah bisa mengokohkan posisinya di klasemen tim CS: GO Amerika atau dunia. Tak disangka, ternyata hanya sampai di sini perjuangan Ghost Gaming dalam scene CS: GO.

Tribunnews

Sampai hari ini, belum ada kabar baru tentang kelima mantan pemain Ghost Gaming ini. Akan tetapi, mengingat jejak karier masing-masing pemain yang cukup sukses, mereka pasti bisa dengan cepat menemukan rumah baru untuk tempat bernaung. Tentunya sebagai pecinta game Counter Strike Global Offensive, kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk para mantan atlet CS: GO Ghost Gaming.

Dari pengumuman ini, lima tim yang tak memperbarui kontraknya dengan Ghost Gaming adalah Joshua “steel” Nissan, Kenneth “Koosta” Suen, Jason “neptune” Tran, Ryan “freakazoid” Abadir, dan juga sang pelatih James “JamezIRL” Macaulay.

Dengan ini, WARDELL sebagai satu-satunya pemain yang masih terikat kontrak otomatis menjadi pemain tidak aktif di CS: GO Ghost Gaming. Akan berlabuh ke mana para mantan pemain Ghost Gaming ini? Kita nantikan saja kabar selanjutnya.

Leave a Reply