Evil Geniuses Kembali dan Raih Juara ESL One New York 2019

ESL One

Organisasi esports veteran, Evil Geniuses, kembali meramaikan panggung kompetitif Counter Strike: Global Offensive (CS: GO). Untuk yang sudah lama mengikuti dunia CS: GO, tim yang satu ini memang sudah tak asing di telinga Anda. Evil Geniuses merupakan tim CS: GO veteran yang sudah berdiri sejak tahun 2010. Kini, mereka kembali lagi untuk merebut kejayaan di masa lalu.

Dilansir dari liquipedia.net dan revivaltv.id, umur sebuah tim memang tidak ada yang tahu. Hal ini jugalah yang berlaku pada roster CS: GO asal Amerika Utara ini. Evil Geniuses sendiri telah berdiri sejak tahun 1999. Lalu, mereka pertama kali membentuk tim CS: GO pada tahun 2007 saat game ini masih bernama Counter Strike 1.6. Sayangnya, pada tahun 2012 lalu, organisasi esports ini memutuskan untuk membubarkan divisi CS: GO mereka. Sepinya prestasi menjadi alasan mengapa solusi pembubaran harus terjadi.

Tak hanya CS: GO, tercatat bahwa divisi League of Legend Evil Geniuses juga bubar dua tahun setelah roster CS: GO. Sedikit banyak, alasannya mungkin sama, yakni masalah prestasi. Lebih dari itu, seperti yang sudah disebutkan di atas, umur sebuah tim esports memang tak ada yang tahu.

ESL One
ESL One

Tahun ini, Evil Geniuses kembali meramaikan jagat kompetitif CS: GO dunia. Seakan tak mau dipandang remeh lagi, roster CS: GO andalan Evil Geniuses ini pun langsung mencetak prestasi manis di awal debut mereka. Ya, mereka sukses menjadi juara dalam kompetisi ESL One: New York 2019. Tak tanggung-tanggung, lawan yang mereka kalahkan adalah Astralis, tim CS: GO yang dinilai paling kuat dan ditakuti oleh sebagian besar tim di dunia.

Saat kompetisi ESL One: New York 2019 ini pertama kali digelar, tentu tidak ada yang mengira bahwa Evil Geniuses akan jadi juaranya. Seperti yang kita ketahui bersama, ada tim-tim besar yang berada di dalam kompetisi ini, seperti Team Liquid, Astralis, ENCE, G2 Esports, dan tim papan atas lainnya. Babak penyisihan grup pun rasanya sangat sulit karena ia satu tim dengan Astralis. Siapa sangka, tim yang diakuisisi dari NRG ini pun berhasil menjadi juara grup. Selain di pertandingan final, Evil Geniuses sebelumnya telah mengalahkan astralis pada babak penyisihan grup.

Dexerto
Dexerto

Pada babak semi final, Evil Geniuses menghadapi G2 Esports sementara Astralis menghadapi musuh bebuyutannya, yakni Team Liquid. Evil Geniuses mendapatkan kemenangannya dengan mudah dan lolos ke babak grand final. Sementara itu, Astralis sempat mendapatkan perlawanan sengit dari Team Liquid hingga akhirnya Astralis-lah yang memenangkan babak semifinal.

Nah, pada babak grand final, Evil Geniuses dan Astralis pun dipertemukan kembali. Sempat kalah pada babak penyisihan grup, Astralis pun mencoba bermain ketat. Sayangnya, Evil Geniuses berhasil mengungguli permainan. Setelah berhasil mengalahkan Astralis dengan skor akhir 3-1, Evil Geniuses pun mengangkat trofi juara ESL One: New York 2019.

HLTV
HLTV

Tentu hasil akhir ini tak disangka-sangka oleh siapa pun. Tim yang dipimpin oleh Peter “Stanislaw” Jarguz ini benar-benar menjadi kuda hitam dalam kompetisi ini. Hasil menakjubkan pada debut pertama ini tentu membuat tim-tim lain harus waspada saat berhadapan dengan Evil Geniuses. Pertandingan DreamHack Masters Malmo 2019 sepertinya juga akan menjadi ajang pembuktian bagi tim asal Amerika Utara ini. Apakah Anda juga berpikir demikian?

Sebagai tim veteran CS: GO yang sudah pernah dibubarkan, di “kehidupan kedua” ini, mereka tentu tidak ingin bernasib sama. Evil Geniuses sepertinya layak untuk jadi salah satu tim baru yang diunggulkan.

Leave a Reply