Evil Geniuses Tampil Buruk Selama DreamHack Masters Malmo

youtube

Cetak prestasi gemilang selama ESL One: New York, tim asal Amerika, Evil Geniuses justru bermain buruk selama turnamen DreamHack Masters Malmo 2019. Anehnya, kejuaraan DreamHack ini hanya selang beberapa hari setelah ESL One. Akibat permainan buruk tersebut, Evil Geniuses gagal untuk melaju ke babak playoff.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, pada ESL One New York kemarin, tim CS: GO yang baru saja kembali di dunia esports ini sempat dua kali mengalahkan tim besar dunia, yaitu Astralis. Di babak penyisihan grup, mereka membungkam Astralis dengan sangat gampangnya. Lalu, saat bertemu di grand final pun, Evil Geniuses kembali mengalahkan Astralis. Kemenangan itu mengantarkan mereka pada gelar juara di masa awal debut.

Dreamhack
Dreamhack

Gelar juara yang berhasil mereka raih di awal debut tentu saja melambungkan ekspektasi para penggemarnya. Selain Team Liquid, ternyata ada tim asal Amerika Utara lainnya yang akan mengharumkan nama negeri tersebut. Sayangnya, ekspektasi para penggemar harus jatuh seketika saat Evil Geniuses tak berhasil lolos ke babak playoff.

Evil Geniuses kalah dari tim asal Australia bernama Grayhound pada ronde pembuka. Lebih anehnya lagi, mereka kalah di Map Nuke yang merupakan map di mana Evil Geniuses mengalahkan Astralis. Skor akhir pertandingan pembuka antara Evil Geniuses dengan Grayhound adalah 10-16.

youtube
youtube

Tak hanya itu, Simon “Sico” Williams serta Chris “Dexter” Nong dari Grayhound pun berhasil mengumpulkan jumlah kill terbanyak. Permainan Joshua “INS” Potter yang merupakan pemain baru Grayhound juga sangat apik. Padahal, ia baru saja merasakan bertanding di turnamen besar. Ia juga berhasil memperoleh quad kill hanya dalam satu ronde. Sementara itu, top fragged dari Evil Geniuses, Peter “Stanislaw” Jarquz hanya berhasil mengumpulkan 19 kill. Ini tentu perbedaan yang cukup terlihat.

Kekalahan Evil Geniuses dalam ronde pembuka tentu saja membuat para fans CS: GO, terutama fans asal Amerika Utara merasa kecewa. Pasalnya, tak hanya Evil Geniuses yang terpaksa harus masuk ke lower bracket. Tim kebanggaan Amerika Utara lainnya, yakni Team Liquid, juga harus masuk ke lower bracket setelah dikalahkan oleh Optic Gaming. Mereka pun harus kembali berjuang untuk bisa lolos ke playoff.

Dreamhack
Dreamhack

Sayangnya, di lower bracket, Evil Geniuses kembali menunjukkan performa yang kurang baik. Kali ini, lawan mereka adalah Mousesports. Evil Geniuses pun kembali menelan kekalahan dengan skor 2-0. Pada map pertama di Mirage, Evil Geniuses kalah dengan skor 16-10. Lanjut di map kedua di map Train, Evil Geniuses juga kalah dengan skor tipis 22-20. Hasil ini benar-benar menghentikan langkahnya untuk kembali meraih juara.

Sementara itu, Team Liquid berhasil mengalahkan North pada babak pertama lower bracket. Lalu, pada ronde kedua lower bracket nanti, mereka harus melawan Grayhound. Team Liquid harus memenangkan ronde kedua dan ketiga lower bracket untuk bisa ikut serta dalam babak Playoff. Setelah Evil Geniuses dipastikan gugur, setidaknya ada wakil dari Amerika Utara lainnya yang bisa masuk babak playoff. Ini cukup untuk mengobati kekecewaan yang berlebih dari penggemar CS: GO Amerika.

Itulah sedikit rangkuman mengenai perjuangan Evil Geniuses dan tim senegaranya, Team Liquid, dalam DreamHack Masters Malmo 2019. Meski gugur, masih ada harapan lain dari tim asal Amerika Utara. Berbeda dengan Evil Geniuses yang memiliki performa yang kurang stabil, Team Liquid cenderung lebih berpengalaman. Semoga saja Team Liquid bisa lolos ke babak playoff.

Leave a Reply