Fakta Unik Tim CS: GO Asal Tiongkok, FunPlus PhoeniX

Ada beberapa fakta unik tim CS:GO FPX yang menarik untuk disimak, lho. Penasaran? Seperti yang kita ketahui bersama, kehadiran FunPlus PhoeniX (FPX) di ranah CS: GO cukup mengejutkan banyak orang. Pasalnya, organisasi asal Tiongkok tersebut sebelumnya dikenal sebagai rumah bagi tim League of Legends (LOL). Untuk cabang olahraga tersebut, FPX berhasil menjadi juara pada turnamen Worlds 2019. Prestasi tersebut sepertinya mendorong FPX untuk melebarkan sayap mereka.

Dilansir dari liquipedia dan gamedaim, tak beberapa lama setelah mengamankan trofi Worlds 2019, FPX mulai melirik cabang olahraga lain, yakni Counter Strike: Global Offensive (CS: GO). Tak perlu menunggu waktu cukup lama, FPX pun resmi mengumumkan divisi CS: GO mereka pada pertengahan Maret 2020 ini. Tak beberapa lama setelah tampil di publik, ada beberapa fakta unik tim CS: GO asal Tiongkok tersebut. Apa saja fakta uniknya?

3 Fakta Unik Tim CS: GO FPX

liquipedia

Menurut catatan Liquipedia, tim CS: GO FPX resmi dibentuk pada 12 Maret 2020. FPX membentuk tim CS: GO dengan mengakuisisi roster asal Denmark, yakni Heroic. Meski proses akuisisi sempat menjadi perdebatan, FPX berhasil memboyong semua roster Heroic untuk bermain di bawah nama organisasi esports baru, yakni FunPlus PhoeniX. Berikut adalah beberapa fakta unik tim CS: GO FPX.

1. Diisi oleh Para Pemain Muda

RevivalTV

Seperti yang kita ketahui bersama, sebelum resmi diakuisisi oleh FPX, roster Heroic sempat memperbarui susunan roster mereka. Pada bulan Agustus 2019, tim ini mendatangkan 3 pemain baru (termasuk sang pelatih) yang semuanya bisa dibilang masuk kategori pemain muda. Lalu, pada Oktober 2019, Heroic juga kedatangan satu pemain lagi untuk menguatkan tim mereka.

Para pemain muda asal Denmark yang mengisi roster utama FPX adalah sebagai berikut.

  • Patrick “es3tag” Hansen
  • Martin “stavn” Lund
  • Marco “Snappi” Pfeiffer (kapten tim)
  • Johannes “b0RUP” Borup
  • Casper “CadiaN” Moller
  • Frederik “LOMME” Nielsen (pelatih)

2. Proses Akuisisi Heroic ke FPX Sempat Bermasalah

Sebelum memberikan pernyataan resmi perihal akuisisi, proses akuisisi Heroic dan FPX sempat dikabarkan mengalami masalah. Pasalnya, Heroic sebelumnya sudah menandatangani kontrak jangka panjang dengan ESL. Di sisi lain, pihak FPX ingin mengikuti turnamen FLASHPOINT Season 1. Seperti yang kita ketahui bersama, antara turnamen ESL dan FLASHPOINT tak bisa diikuti bersamaan karena jadwal yang bertabrakan. Masalah ini sempat menjadi kendala selama proses akuisisi.

Belakangan ini, kita sudah mengetahui bahwa FPX lebih memilih untuk mengikuti turnamen FLASHPOINT Season 1 sekaligus berperan sebagai Founding Member. FPX juga tidak tercatat sebagai peserta ESL Pro League Season 1.

3. Debut FPX di FLASHPOINT Season 1 Tak Memuaskan

Dexerto
Dexerto

Setelah lebih memilih bertanding di turnamen FLASHPOINT Season 1, performa FPX tak secemerlang yang diharapkan. Awalnya, banyak komunitas CS: GO yang mengira bahwa alasan FPX lebih memilih FLASHPOINT daripada ESL adalah karena FLAHSPOINT sebagian besar diisi oleh tim-tim CS: GO pendatang baru. Meski begitu, hadiah yang disediakan tak kalah dengan ESL. Dengan memilih FLASHPOINT, kesempatan FPX untuk menjadi juara akan lebih besar.

Nyatanya, hal tersebut tidak sesuai perkiraan. Mantan roster Heroic tersebut bermain kurang maksimal selama Fase pertama babak grup. Di pertandingan pertama, FPX kalah dari Cloud9 dengan skor 1-2. Kemudian, di babak lower bracket, FPX pun harus tersingkir dari pertandingan karena kesalahan FPX. Orgless pun mendapatkan kesempatan untuk melaju ke babak lower bracket final.

Debut yang kurang memuaskan ini tentu menjadi kendala tersendiri bagi FPX. Seperti yang kita ketahui bersama, saat masih memakai nama Heroic, roster ini berhasil membawa pulang trofi DreamHack Open Atlanta 2019 dan bermain cukup bagus di EPICENTER 2019. Tak disangka-sangka, tim ini justru mengalami debut pahit bersama FPX.

Pada turnamen FLASHPOINT Season 1 ini, FPX masih mempunyai satu kesempatan lagi untuk FPX, yakni di fase kedua. Fase kedua ini akan dilaksanakan hingga 19 April 2020 mendatang. Apakah FPX akan bisa bangkit dari keterpurukan?  Kita lihat saja nanti.

Demikian adalah fakta unik tim CS: GO asal Tiongkok, FPX, yang perlu Anda ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Sobat Gamers, ya.

Leave a Reply