Flusha dan Golden Kembali lagi ke Fnatic

esports ID

Nama Robin “flusha” Ronnquist pasti sudah tidak asing lagi di telinga para penggemar Counter Strike: Global Offensive. Pemain kelahiran 12 Agustus 1993 tersebut memang dikenal sebagai pemain paling tangguh dan konsisten di ranah CS: GO. Saking hebatnya, ia juga sering dicurigai sebagai pemain yang menggunakan cheat. Tak heran jika komunitas memanggilnya sebagai VAC criminal atas kemampuannya tersebut.

Flusha sudah malang melintang di dunia Counter Strike: Global Offensive. Sebelumnya, ia juga tercatat sebagai salah satu pemain andalan dalam Counter Strike 1.6. Pemain berusia 26 tahun tersebut sudah menjadi pemain profesional sejak 2009. Lalu, berkaitan dengan kariernya bersama Fnatic, sebelumnya Flusha juga sempat membela Fnatic dan menjadi salah satu pemain andalan tim tersebut.

HLTV
HLTV

Flusha tercatat telah beberapa periode membela tim dengan seragam oranye hitam tersebut. Sebelumnya, sekitar tahun 2017 – 2018, Flusha tercatat sebagai pemain kunci Fnatic. Sampai akhirnya setelah beberapa hari menjadi pemain inactive, Flusha memutuskan singgah ke Amerika bersama dengan Cloud 9. Belum genap satu tahun, Flusha akhirnya kembali dengan tim kesayangannya tersebut.

Kembalinya Flusha pun disambut baik oleh Fnatic. Sebelum resmi kembali ke Fnatic, tim ini mempublikasikan video khusus untuk menyambut kembalinya pemain kunci tersebut. Dalam video singkat tersebut, Fnatic berharap flusha akan kembali membawa kejayaan pada tim asal Eropa tersebut. Tak hanya Flusha, ada juga pemain veteran lainnya yang kembali memperkuat Fnatic. Ia adalah Maikil “Golden” Kunda Selim. Bagaimana kisahnya?

Revival TV
Revival TV

Sama seperti Flusha, Golden juga membela tim asal Amerika, yakni Cloud9. Pemain kelahiran 2 Februari 1994 ini juga mempunyai kemampuan bermain yang luar biasa. Dibandingkan dengan Flusha, Golden memang masih termasuk pemain baru. Ia baru saja berkarier di ranah Counter Strike: Global Offensive sejak 2015 lalu. Meski begitu, kemampuan bermainnya tak kalah dengan pemain veteran lainnya.

Seolah mengikuti jejak Flusha, Golden tercatat sebagai pemain Fnatic pada 2017 – 2018. Setelah itu, ia langsung diundang oleh Cloud9 untuk memperkuat tim CS: GO mereka. Sampai saat ini, statusnya sebenarnya masih sebagai pemain inactive untuk Cloud9. Itu berarti Golden belum benar-benar pulang ke Fnatic. Statusnya saat ini di Fnatic masih sebagai pemain pinjaman.

HLTV
HLTV

Selama tahun 2018, yakni saat Flusha dan Golden masih berada dalam tim ini, nama Fnatic masuk menjadi salah satu tim Counter Strike: Global Offensive andalan di Eropa. Fnatic mendapatkan dua trofi juara pada tahun 2018, yakni World Electronic Sports Games 2017 dan Intel Extreme Masters XII World Championship. Dua trofi tersebut tentunya bukan trofi remeh-temeh. Tahun 2018 jadi salah satu tahun gemilang untuk Fnatic.

Sayangnya, tim ini menunjukkan perkembangan yang kurang baik selama tahun 2019. Ia gagal mendulang prestasi untuk turnamen-turnamen yang mereka ikuti. Oleh karena itu, kembalinya Flusha dan Golden diharapkan bisa membawa kembali kejayaan tim asal Eropa tersebut.

Untuk formasi roster terbaru, Golden yang berstatus sebagai pemain pinjaman akan menjadi kapten tim. Selain Flusha dan Golden, pemain yang juga memperkuat Fnatic adalah KRIMz, JW, Brollan, dan Samuelsson sebagai pelatih. Apakah tim veteran Eropa ini akan kembali ke masa kejayaannya? Kita lihat saja nanti bagaimana performa tim ini.

Demikian adalah kabar terbaru dunia Counter Strike: Global Offensive. Tak mau ketinggalan informasi terbaru tentang dunia esports? Terus ikuti update beritanya di sini. Anda pasti akan mendapatkan berita-berita baru dan paling update.

Leave a Reply