Gara-Gara Virus Corona, IEM Katowice Digelar Tanpa Penonton

IEM Katowice 2020 adalah salah satu turnamen major yang sangat ditunggu-tunggu oleh para komunitas CS: GO di berbagai belahan dunia. Sesuai jadwal, turnamen ini sudah diselenggarakan sejak 24 Februari 2020 lalu. Pertandingan ini akan berlangsung hingga 1 Maret 2020 mendatang. Nah, yang menarik dari IEM Katowice musim ini adalah turnamen digelar tanpa adanya satu pemain pun di dalam venue.

Hal tersebut dilakukan untuk melindungi pemain dan juga komunitas CS: GO. Seperti yang kita ketahui bersama, setelah hampir dua bulan dihantui virus Corona, penyebaran virus ini masih belum mereda. Bahkan, di beberapa negara, jumlah penderita Corona terus bertambah. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Untuk menghindari penyebaran virus yang semakin parah, Intel Extreme Masters Katowice 2020 pun terpaksa menggelar turnamen tanpa penonton. Mereka yang ingin menyaksikan pertandingan ini hanya bisa melihatnya melalui siaran langsung.

Keputusan tegas yang satu ini dating langsung dari Pemerintah Silesia, Polandia. Pemerintah meminta dengan hormat kepada ESL untuk membatalkan kedatangan penonton ke dalam venue.

Keputusan ini memang bisa dibilang sangat mendadak. Seperti yang kita ketahui bersama, usai melakukan pertandingan grup pada 24 – 27 Februari kemarin, IEM Katowice 2020 langsung melanjutkan babak Playoffs pada 28 Februari 2020.

Sebelumnya, ESL terakhir kali mengabarkan bahwa acara akan digelar seperti biasa. Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, penonton akan berikan fasilitas cek kesehatan. Akan tetapi, sesuai permintaan resmi dari Pemerintah Polandia, akhirnya ESL membatalkan kehadiran penonton.

Jika melihat peta penyebaran virus Corona, sebenarnya negara Polandia sendiri masih terbilang aman dari virus mematikan ini. Akan tetapi, sepertinya pihak Pemerintah Polandia tak ingin mengambil risiko. Jika ada satu saja warga lokal yang terjangkit virus ini, virus tersebut akan menyebar dengan sangat cepat.

Sebagai penggemar CS: GO, banyak yang menyayangkan keputusan tersebut. Apalagi untuk para pemain yang telah membeli tiket dan bersiap pergi ke Polandia. Akan tetapi, tenang saja, pihak ESL dan IEM akan memastikan bahwa tiket yang telah terlanjur dibeli akan di-refund.

Selebihnya, untuk biaya lain-lain di luar tiket, seperti hotel dan juga transportasi, pihak penyelenggara dengan berat hati menyatakan bahwa mereka tidak bisa memberikan ganti rugi. Keputusan ini memang terjadi secara mendadak.

Saat mendengar kabar tersebut, sebenarnya tidak hanya penggemar CS: GO saja yang merasa sedih. Pemain pun demikian. Sebagai tokoh yang bertanding di turnamen tersebut, para pemain tentu mengharapkan dukungan langsung dari penonton. Salah satu pemain Team Liquid, Stewie2K juga mengungkapkan rasa kecewanya melalui akun twitter pribadinya.

Dari 16 tim yang mengikuti IEM Katowice 2020, sudah ada 6 tim yang lolos ke babak Playoffs. Enam tim lolos ke babak Playoffs adalah G2 Esports, Astralis, Fnatic, 100 Thieves, Natus Vincere, dan Team Liquid.

Sebagai juara grup, G2 Esports dan Astralis hanya perlu mengikuti babak semifinal. Sementara itu, Fnatic, 100 Thieves, Natus Vincere, dan Team Liquid harus mengikuti babak perempat final terlebih dahulu.

Dari hasil akhir yang diperoleh pada 28 Februari 2020 kemarin, Fnatic berhasil lolos ke babak semi final setelah mengalahkan 100 Thieves dengan skor 2-0. Di sisi lain, Team Liquid harus mengakhiri perjuangan mereka di IEM Katowice 2020 setelah kalah dari Natus Vincere 2-0. Dari babak perempat final ini, Fnatic dan Natus Vincere berhasil lolos ke semi final.

Dikutip dari IEM Katowice 2020 CS: GO Liquipedia, jadwal pertandingan hari ini adalah semifinal empat tim. Di satu sisi, G2 Esports akan melawan Fnatic. Lalu, Astralis akan menghadapi Natus Vincere. Pemenang dari dua kubu tersebut akan lolos ke babak Grand Final.

Demikian adalah ringkasan pertandingan terbaru IEM Katowice 2020. Sayang disayangkan bahwa pertandingan akbar ini harus digelar secara tertutup. Keputusan ini tentu saja membuat banyak pihak merasa kecewa. Akan tetapi, kita harus memikirkan sisi baiknya. Dengan digelarnya pertandingan tanpa adanya penonton, setidaknya cara ini bisa mencegah penyebaran virus corona yang saat ini merajalela. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Sobat Gamers!

Leave a Reply