Hansel “BnTeT” Ferdinand Buktikan Bahasa Bukan Kendala

Pemain CS: GO Indonesia terbaik, Hansel “BnTeT” Ferdinand, semakin membuktikan kemampuannya. Usai membela tim ternama asal Tiongkok, yakni TYLOO, BnTeT membuka jalan untuk bermain bersama tim-tim terbaik dunia. Kali ini, BnTeT bermain bersama dengan tim asal Korea Selatan bernama Gen.G Esports. Bermain di  esports league regional Amerika Utara bersama dengan roster campuran, BnTeT buktikan bahwa bahasa bukan penghalang prestasi.

Gen.G Esports resmi dibentuk pada 6 Desember 2019 lalu. Meski berasal dari Korea Selatan, tim ini memiliki susunan roster yang berasal dari Amerika Utara, Indonesia, dan Kanada. Sebelum benar-benar keluar dari TYLOO, BnTeT sendiri sudah menandatangani kontrak dengan Gen.G Esports. Ia resmi menjadi roster Gen.G Esports pada 22 Desember 2019.

BnTeT

Baru saja dibentuk pada Desember tahun kemarin, roster CS: GO Gen.G Esports sudah menunjukkan prestasi mereka. Pada kompetisi DreamHack Open Anaheim 2020 kemarin, Gen.G Esports berhasil menjadi juara setelah mengalahkan FURIA Esports. Dengan kemenangan tersebut, Gen.G Esports berhak mendapatkan hadiah senilai $50,000 dolar Amerika Serikat. Mereka juga mendapatkan satu tiket langsung menuju DreamHack Masters Jönköping.

Nah, kemenangan pertama di turnamen major tersebut jelas membuat nama Gen.G menjadi semakin dikenal. Pada turnamen tersebut, lawan Gen.G sebenarnya tidak mudah. Tim ini dihadapkan pada tim-tim besar lainnya, seperti ENCE, MIBR, North, FURIA, ForZe, dan Endpoint. Dengan perjuangan ekstra, tim Gen G CS: GO berhasil menunjukkan taringnya dan menjadi tim tak terkalahkan selama DreamHack Open Anaheim 2020.

TYLOO

Sebelumnya, tim ini sempat diragukan kemampuannya karena berisi pemain-pemain yang berasal dari negara yang berbeda. Tiga pemain Gen.G berasal dari Amerika Serikat, satu pemain lainnya berasal dari Kanada, Amerika Utara, dan satunya lagi berasal dari Indonesia. Sementara itu, sang pelatih berasal dari Australia. Hansel “BnTeT” Ferdinand menjadi salah satu pemain yang diragukan kemampuannya akibat kendala bahasa.

Susunan pemain CS: GO Gen.G Esports adalah sebagai berikut.

  1. Timothy “automatic” Ta
  2. Damian “daps” Steele
  3. Kenneth “Koosta” Suen
  4. Sam “s0m” Oh
  5. Hansel “BnTeT” Ferdinand
  6. Chris “Elmapuddy” Tebbit (pelatih)

BnTeT sendiri sebenarnya memang mengalami kendala dalam berbahasa. Di tim Gen.G ini, bahasa yang dipakai tentu saja adalah bahasa Inggris. Meski begitu, ia dan tim sama-sama berkomitmen untuk mengatasi masalah tersebut. Sampai pada akhirnya, masing-masing pemain dalam Gen.G Esports berhasil melakukan kerja sama yang baik.

Kepada HLTV CS: GO, sang kapten tim mengungkapkan pendapatnya terkait kendala bahasa yang dialami Gen.G Esports. Menurut Daps, setelah bergabung selama 3 – 4 bulan bersama Gen.G, kemampuan bahasa Inggris BnTeT kian meningkat. Kini, BnTeT sudah sering memberikan masukan untuk tim.

BnTeT

Semua pemain, tak terkecuali BnTeT, telah memberikan kontribusi dalam menyusun strategi. Saat pertandingan berlangsung pun masing-masing pemain memberikan ide mereka. Dampak baiknya saat ini adalah BnTeT bisa bekerja sama dengan baik saat bermain di sisi CT bekerja sama dengan S0m. Kerja sama yang bagus ditunjukkan oleh BnTeT dan s0m.

Daps juga menceritakan alasannya mengapa akhirnya ia memilih keluar dari tim kebanggaannya, yakni Cloud9, dan bergabung dengan BnTeT. Ia bersama dengan Koosta dan Automatic memang berencana untuk mencari rumah baru untuk berkembang. Akhirnya, ada Gen.G yang menampung mereka.

Setelah bersepakat untuk membuat roster CS: GO bersama Gen.G, ketiganya tidak pernah berpikir akan mendapatkan pemain asal Indonesia tersebut. Namun, Saps mendengar bahwa BnTeT juga ingin pindah tim. Nah, di Amerika, Hansel “BnTeT” Ferdinand sudah terkenal sebagai pemain terbaik Asia. Jadi, tidak ada salahnya jika menambahkan BnTeT ke dalam tim.

Leave a Reply