Jagoan Baru Tim CS: GO Brazil, FURIA Esports

FURIA Esports merupakan organisasi esports Brazil yang baru dibangun pada Agustus 2017 lalu. Meski masih merupakan pendatang baru, prestasi tim asal Brazil ini tak bisa dipandang remeh. Sejak ikut meramaikan scene kompetitif Counter Strike Global Offensive, ia sudah beberapa kali mendapat gelar Juara.

Brazil sepertinya memang tak pernah kehabisan talenta pemain CS: GO. Beberapa tahun ini, MiBR memang cukup mendominasi pertandingan. Akan tetapi, saat ini muncul tim jagoan baru yang bisa diandalkan, yaitu FURIA Esports. Yuk kita simak perjalanan tim ini mulai dari awal berdiri hingga sekarang.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, FURIA berdiri bulan Agustus 2017. Tim senegaranya, MiBR (yang pada saat itu bernama SK Gaming) seolah menutup performa FURIA. Saat itu, SK Gaming mempunyai skuad terbaik, yaitu Fer, Fallen, coldzera, felp, dan TACO berhasil meraih puluhan gelar bergengsi pada tahun 2017 hingga 2018. Akan tetapi, meredupnya performa coldzera CS terutama setelah diakuisisi oleh MiBR (Made in Brazil) seolah mencoreng nama baik Brazil dalam scene Elite Counter Strike Global Offensive. Tak ada gelar-gelar bergengsi dari tahun 2018 hingga saat ini.

Meredupnya performa MiBR memberikan secercah harapan baru bagi FURIA. Pada awal 2019 ini, prestasi FURIA mulai meroket. Selama bergabung sampai dengan pertengahan tahun 2018, potensi FURIA masih tertutup oleh SK Gaming. Tahun ini, FURIA mulai bangkit dengan menunjukkan performa terbaik pada beberapa pertandingan terbaik.

Kebangkitan FURIA dimulai setelah ia mendapatkan trofi pertamanya pada turnamen CG.BET Ascensao yang merupakan turnamen minor. Ia berhasil mengalahkan Virtue Gaming dengan skor penuh 2 – 0. Pada saat itu, FURIA berhasil membawa trofi juara sekaligus membawa pulang hadiah senilai US$ 12.000.

Performa yang terus membaik kembali diperlihatkan oleh Raizen dan kawan-kawan. Perlahan namun pasti, FURIA berhasil menggeser dominasi dari tim-tim besar Brazil seperti Team One, MiBR, dan juga Luminosity. Tahun ini, mereka memastikan diri untuk tidak lagi menjadi tim kelas kedua. Mereka mulai tampil percaya diri untuk menantang tim kelas-kelas dunia.

FURIA dibela oleh para pemain muda yang bertalenta. Mereka adalah Yuri “yuurih” Gomes, Andrei “arT” Piovezan, Vinicius “VINI” Figueiredo, Kaike “KSCERATO” Cerato, serta Rinaldo “AbleK” Moda. Skill masing-masing pemain yang didukung dengan kerja sama tim yang bagus mampu membawa FURIA menjadi salah satu tim asal brazil yang mulai dikenal dunia.

Tahun ini, FURIA sempat mencicipi bagaimana ketatnya menembus persaingan main qualifier IEM Katowice 2019. Akan tetapi, FURIA gagal untuk bisa sampai ke Legend Stage setelah kalah dari NiP, AVANGAR, dan juga Cloud9. Meski begitu, mereka tak tinggal diam. Raizen dan kawan-kawan terus memperbaiki strategi dan juga kerja sama tim. Sampai akhirnya, FURIA pun mendapatkan kesempatan untuk tampil di DreamHack Masters Dallas 2019. Tampil dengan performa yang luar biasa, arT dan kawan-kawan pun berhasil sampai ke babak semifinal.

Meski tak sampai ke babak final, langkah FURIA ini cukup bagus. Pada DH Masters Dallas 2019, ia terpaksa harus kalah melawan salah satu tim besar dunia, yaitu Team Liquid. Mengingat FURIA masih merupakan pendatang baru, wajar saja jika ia kalah melawan Team Liquid. Ke depan, diharapkan FURIA bisa belajar dari berbagai pertandingan yang telah mereka lewati. Dari kekalahan tersebut, akan ada banyak hal yang bisa dipelajari oleh FURIA. Ke depan, tim CS: GO asal Brazil ini diharapkan bisa membawa lebih banyak lagi trofi juara.

Leave a Reply