Kalahkan Team Liquid, Lagi-Lagi Astralis Juara

ESTNN

BLAST Pro Series: Global Final baru saja selesai digelar pada 14 Desember 2019 kemarin. Pertandingan final turnamen tersebut lagi-lagi mempertemukan dua tim besar yang berasal dari regional Amerika Utara dan juga Eropa. Dengan semangat tinggi, lagi-lagi Astralis, tim dari regional Eropa, berhasil mengalahkan Team Liquid, tim dari regional Amerika Utara.

Dilansir dari Liquipedia dan RevivalTV, Team Liquid dan juga Astralis kembali bertemu di babak tertinggi sebuah turnamen. Sebelum dipertemukan di BLAS Pro Series: Global Final, beberapa waktu lalu, keduanya juga bertemu di babak final ECS Season 8. Sama seperti sebelumnya, Astralis berhasil membungkam perlawanan dari Team Liquid.

Pertemuan antara kedua tim tersebut di babak tertinggi sebuah turnamen memang selalu menarik untuk diikuti. Hype sudah terbangun sebelum dan saat pertandingan dimulai. Pertandingan antara Astralis dan Team Liquid bukan hanya soal siapa tim terbaik. Pertemuan keduanya di ranah kompetitif Counter Strike: Global Offensive (CS: GO) juga berkaitan dengan gengsi regional.

youtube
youtube

Di turnamen kali ini, Astralis dan Team Liquid bertemu sebanyak dua kali. Sebelum bertemu di babak final, kedua tim tersebut bertemu di babak semifinals. Astralis berhasil mengirim Team Liquid ke lower bracket dan menjalani beberapa pertandingan terlebih dahulu sebelum lolos ke babak grand final. Dengan perjuangan yang luar biasa, di babak lower bracket, Team Liquid berhasil mengalahkan FaZe Clan dan Ninja in Pyjamas di lower bracket. Keduanya pun dipertemukan lagi di babak grand final.

Meski sudah bisa diprediksi siapa pemenangnya, pertandingan babak final tersebut pun cukup menarik untuk diikuti. Babak final tersebut rencananya akan berlangsung di 3 map, yakni map Inferno, Nuke, dan Dust II. Sejak match pertama, Astralis memang sudah terlihat cukup mendominasi. Tim asal Denmark tersebut mampu mencetak kemenangan selama 8 ronde berturut-turut di map Inferno. Team Liquid mampu memberikan perlawanan sebanyak 7 ronde sebagai CT. Namun, hal tersebut tidak bisa membawa mereka untuk memenangkan game pertama. Team Liquid pun harus kalah dengan skor 16-11.

Lanjut di map Nuke, Dominasi Astralis makin menjadi-jadi. Persentase kemenangan yang berhasil diraih Astralis di map ini adalah sebanyak 77 persen. Di game terakhir ini, Team Liquid memang berhasil memberikan perlawanan sengit untuk Astralis. Akan tetapi, mereka harus mengakui kekuatan Astralis. Pertandingan babak kedua pun berakhir dengan skor 16-12. Dengan kemenangan 2-0, Astralis tidak perlu melakukan pertandingan tambahan di babak ketiga.

Youtube

Hasil maksimal di babak final membuat Astralis pulang dengan penuh hadiah. Selain membawa trofi juara, tim ini juga berhak mendapatkan hadiah uang senilai US$350.000. Di posisi kedua, Team Liquid hanya berhasil membawa pulang total uang senilai US$80.000. Selanjutnya, di posisi ketiga, Ninja in Pyjamas berhasil membawa pulang US$35.000.

Trofi juara yang dibawa pulang oleh Astralis sekaligus menambah koleksi kemenangannya pada tahun 2019 ini. BLAST Pro Series: Global Final adalah akhir dari perjuangan mereka pada tahun 2019 ini. Tim asal Denmark ini berhasil memberikan catatan kemenangan yang luar biasa. Mereka membawa pulang 2 trofi major serta 6 trofi regular. Astralis pun berhasil meraih posisi sebagai tim terbaik dunia. Di tahun 2020 nanti, apakah Astralis masih akan mendominasi?

HLTV

Demikian adalah akhir perjuangan panjang Team Liquid dalam BLAST Pro Series: Global Finals. Di turnamen mendatang, mampukah Team Liquid membalaskan dendamnya pada Astralis? Kita lihat saja nanti. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda!

Leave a Reply