Kontroversi Terus Berlanjut, CEO NiP Mundur dari Xtrfy

NiP

Kontroversi yang ada dalam tubuh Ninja in Pyjamas (NiP) sepertinya belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sejak kebobrokannya diungkap oleh Fifflaren melalui sesi podcast dengan Richard Lewis, NiP terus menjadi sorotan karena memiliki manajemen yang buruk. Keberanian Fiflaren membongkar kobobrokan yang selama bertahun-tahun tak terungkap pun membuat beberapa pihak lain ikut angkat bicara.

Dilansir dari RevivalTV.id, dari apa yang dijelaskan Fiflaren pada akhir Agustus lalu, kebobrokan manajemen NiP berkaitan dengan pembayaran gaji yang tak sesuai kontrak, tak membayarkan hadiah, missmanajement, hingga menghindari pajak. Hal tersebut terjadi selama bertahun-tahun. Pernyataan ini pun didukung oleh mantan rekan satu timnya saat di NiP, yaitu Xizt dan juga Friberg yang mengalami hal yang sama.

NiP
Fifflaren

Tak hanya mantan pemain, beberapa orang yang pernah bekerja dengan NiP pun melontarkan pernyataan yang sama. Mantan community manajer, mantan manajer operasional, dan mantan desainer grafis yang dulu pernah bekerja dengan NIP pun mengatakan hal yang kurang lebih sama. Ini tentu semakin menguatkan fakta bahwa memang ada yang salah dengan manajemen NiP.

Tak lama kemudian, CEO NiP, Hicham Chahine, juga sempat membuat pernyataannya atas kontroversi yang menimpa NiP. Ia mengatakan bahwa kekacauan atau missmanagement yang telah dilakukan oleh manajemen lama saat ini sudah banyak diubah oleh manajemen baru. Ia juga mengatakan bahwa dirinya sama sekali tak terlibat dalam kekacauan manajemen lama sampai pada tahun 2016 yang mana ia mulai mengambil peran menjadi CEO.

NiP
nwesports

Pernyataan Hicham tersebut langsung dibantah oleh Fifflaren. Pemain bernama asli Robin Johansson ini kemudian menunjukkan dokumen yang mana Hicham Chahine sudah mempunyai andil besar terhadap NiP sejak tahun 2014 lalu. Dokumen yang ditunjukkan oleh Fifflaren tersebut diperkuat dengan beberapa screenshot email. Dalam tangkapan layar email internal mengenai kontrak pemain dan juga ajakan pertemuan rutin tim manajemen, hal tersebut menunjukkan bahwa Hicham memang sudah punya andil besar di NiP sejak tahun 2014.

Kontroversi yang seakan tak berkesudahan ini membuat sang CEO, Hicham Chahine, meninggalkan jajaran direksi dari Xtrfy. Seperti yang kita tahu bersama, Xtrfy merupakan sebuah brand peripheral gaming yang saat ini ada di bawah NiP. Lalu, seperti yang dilansir dari laman Dexerto, berdasarkan hasil pengecekkan yang ada di website Creditsafe, nama sang CEO NIP tersebut sudah tak lagi tercatat sebagai jajaran direksi Xtrfy mulai pada 28 Juli 2019 lalu. Ini tentu menjadi bukti kuat bahwa sang CEO sepertinya geram dengan kontroversi yang seakan tak ada ujungnya.

NiP
NiP

Hingga hari ini, Hicham Chahine atau Xtrfy masih belum memberikan pernyataan apa pun. Sejak kasus kebobrokan NiP yang mencuat akhir Juli lalu, Hicham jarang terlihat aktif lagi di akun media sosialnya. Keluarnya Hicham dari Xtrfy tentu saja akan mempengaruhi kerjasama antara NiP dengan Xtrfy dalam jangka panjang. Lalu, menurut Anda, bisakah Anda memprediksi bagaimana kelanjutan nasib tim NiP?

Selain bergabung dengan NiP dan Xtrfy, Hicham Chahine juga terdaftar sebagai jajaran eksekutif dalam World Esports Association (WESA). Sampai saat ini, organisasi tersebut pun belum memberikan pernyataan apa pun seputar salah satu eksekutifnya, Hicham Chahine, dalam keterlibatannya dengan skandal NiP.

Keberanian Fifflaren sudah melahirkan goncangan tersendiri untuk tim NiP. Semoga saja dengan kontroversi berkelanjutan ini, manajemen NiP akan kembali membaik. Bagaimanapun, tim Counter Strike: Global Offensive NiP cukup berbakat di dunia. Dengan manajemen yang baik, diharapkan prestasi NiP bisa kembali lagi.

Leave a Reply