Lolos StarLadder Berlin Major, Tim Ini Didesak Ganti Logo

StarLadder Berlin Major 2019 kini sudah mempunyai susunan tim yang lengkap. Sudah ada 24 tim yang mengisi seluruh slot turnamen ini. Namun, ada satu kasus terbaru yang menimpa salah satu dari 24 tim ini. Tim yang dimaksud adalah Syman Gaming. Kasus apa yang saat ini menimpa Syman Gaming?

Syman Gaming merupakan organisasi esports asal Kazakhstan, Russia, yang didirikan pada 2017 lalu. Ia berhasil lolos StarLadder Berlin Major 2019 melalui kualifikasi CIS Minor. Sayangnya, tim ini saat ini sedang terkena kasus plagiat logo. Logo Syman Gaming dinilai sangat serupa dengan organisasi esports tertentu.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, tim esports pasti mempunyai logo tertentu yang melambangkan tim mereka. Logo juga akan menjadi tanda keikutsertaan sebuah tim dalam turnamen atau kejuaraan. Dalam hal ini, kecil sekali kemungkinan bahwa ada dua logo yang sama. Sayangnya, kemungkinan yang kecil ini menimpa Syman Gaming.  

dexerto

Tim yang masih berusia muda ini harus mengalami masalah karena logo mereka yang hampir sama dengan Immortal Gaming Club. Seperti yang dikutip dari Dexerto, tim yang masih termasuk kawasan Rusia tersebut dihubungi langsung oleh pihak StarLadder TV atau SLTV selaku panitia yang bertanggung jawab atas StarLadder. Pihak SLTV meminta Syman Gaming untuk mengganti logo mereka.

Hal ini juga disampaikan secara langsung oleh Syman Gaming dalam postingan twitter resmi mereka. Syman Gaming mengungkapkan bahwa pihaknya dihubungi oleh SLTV berkaitan dengan permohonan penggantian Logo. Akan tetapi, Syman Gaming merasa tak ada masalah dengan logo mereka. Tak ada unsur plagiarisme dalam logo milik Syman Gaming. Pihak manajemen pun enggan mengganti logo merea.

Esports ID

Mereka juga mengatakan bahwa tuduhan plagiarisme yang ditujukan kepada Syman Gaming ini cukup keterlaluan. Oleh karena itu, Syman Gaming pun meminta kepada Valve untuk memikirkan kembali keputusan tersebut.

Sampai berita ini dibuat, belum ada pendapat yang dikeluarkan oleh pihak Valve. Apabila Valve tak juga mengganti keputusan tersebut, Ini tentu akan menjadi kedua kalinya sebuah tim mengganti logo mereka karena dianggap plagiat. Hal serupa juga pernah dirasakan oleh tim asal Indonesia yang mendapatkan tuntutan yang sama dari pihak Valve.

Tim asal Indonesia juga pernah mengalami logo serupa. Dahulu, ada tim esports divisi League of Legends bernama Headhunters. Logo tim asal Indonesia ini dianggap sangat mirip dengan logo tim League of Legends asal Eropa, yaitu H2k. Secara garis besar, kedua tim tersebut mempunyai bentuk logo luar yang sangat mirip satu sama lain. Pada akhirnya, HeadHunters pun mengganti logo mereka dengan kepala burung.

HLTV

Akankah kejadian ini akan terulang kembali? Jika dilihat lebih seksama, logo Immortals Gaming Club dengan Syman Gaming tak benar-benar serupa. Bentuk keseluruhan memang menyerupai lingkaran. Akan tetapi, keduanya memiliki corak yang berbeda. Dari segi warna pun, keduanya jelas sangat berbeda. Tuduhan ini sepertinya memang sangat keterlaluan. Valve seharusnya memikirkan kembali tuduhan tersebut mengingat turnamen StarLadder Berlin Major 2019 akan dilaksanakan sebentar lagi.

Bagi sebuah tim, logo menjadi salah satu hal yang sakral. Mustahil mengganti logo dalam waktu yang singkat. Seperti turnamen StarLadder Berlin Major 2019 akan segera dimulai pada 23 September 2019 nanti. Itu berarti ada waktu 20 hari untuk Valve meninjau kembali tuntutannya atau Syman Gaming yang harus mempersiapkan logo baru jika tuntutan tak dicabut.

Leave a Reply