Memasuki 2020, Catatan Kesuksesan Astralis CSGO Terus Berlanjut

Jika Anda mengecek ranking CS: GO di HLTV, Anda akan melihat bahwa Astralis CSGO masih bertengger di posisi pertama. Pada awal tahun 2020 lalu, tim asal Denmark ini memang sempat kehilangan posisi pertama. Akan tetapi, sejak Mei 2020 kemarin, tim ini kembali menduduki posisi pertama.

Dilansir dari Liquipedia, HLTV dan RevivalTV, bermain bagus selama ESL One Road to Rio: Eropa, gla1ve dan kawan-kawan berhasil menduduki kembali posisi pertama ranking CS: GO versi HLTV. Terlebih, kemarin, pada babak final, tim ini berhasil menjadi juara ESL One Road to Rio 2020. Posisi mereka di puncak ranking pun semakin menguat.

Selama 2 Tahun Terakhir, Astralis Tidak Pernah Turun dari Top 4 Dunia

HLTV

Berbicara mengenai dunia esports CS: GO, Astralis adalah tim raksasa yang tak bisa kita pandang sebelah mata. Tim yang sudah didirikan sejak 2016 lalu ini menjelma menjadi tim terbaik sejak 2018 kemarin. Prestasi yang berhasil mereka raih membuat tim ini kokoh menempati posisi Top 4 terbaik dunia selama 2 tahun berturut-turut. Ini tentu prestasi yang tak mudah diraih oleh tim mana pun.

Puncak kejayaan Astralis diperoleh pada tahun 2018 lalu. Pada tahun tersebut, tim ini berhasil memborong 6 trofi major. Enam trofi yang diperoleh para tahun 2018 lalu adalah sebagai berikut.

  1. ESL Pro League Season 7 – Finals
  2. ECS Season 5 – Finals
  3. ELEAGUE CS: GO Premier 2018
  4. FACEIT Major: London 2018
  5. ECS Season 6 – Finals
  6. ESL Pro League Season 8 – Finals

Di antara 6 pertandingan yang disebutkan di atas, Astralis berkali-kali terlibat duel seru dengan salah satu tim CS: GO terbaik asal Amerika, yakni Team Liquid. Namun, dari 4 turnamen tersebut, semua kemenangan berhasil didapatkan oleh tim asal Denmark tersebut.

Pada tahun 2019, Astralis tidak banyak terjun dalam turnamen. Meski begitu, ia tetap berhasil mengoleksi tiga trofi major. Tiga trofi tersebut pun masih berhasil mempertahankan posisi mereka di Top 4 klasemen HLTV.

Dilansir dari situs HLTV, sejak 9 April 2018 lalu, gla1ve dan kawan-kawan tidak pernah sekalipun keluar dari 4 besar tim terbaik dunia. Posisi terburuk mereka terjadi pada tahun 2019 lalu saat tim ini tidak banyak turun ke pertandingan. Pada 1 Juli 2019 pada posisi ke-4. Kemudian, pada akhir 2019, tim ini kembali menduduki posisi ke-2, tepatnya pada September 2019.

Di ESL One Road to Rio, Astralis Berhasil Memenangkan Turnamen Regional Eropa

ESL one

ESL One Road to Rio menjadi salah satu turnamen yang dijalani Astralis di awal tahun. Tim ini bermain cukup bagus selama turnamen. Selama turnamen tersebut, tim ini tercatat hanya mengalami satu kekalahan. Gla1ve sebagai kapten tim berhasil membawa timnya melaju dengan mulus hingga menjadi juara.

Pada babak Grand Final, Astralis berhasil mengirim FaZe Clan yang berpredikat sebagai tim tak terkalahkan selama turnamen ke babak lower bracket. Kemenangan tersebut lalu mengantarkan tim ini lolos ke babak final.

Di lower bracket, FaZe Clan menghadapi G2 Esports. Sayangnya, tim ini tidak berhasil mengalahkan G2 Esports. FaZe Clan kalah dari G2 Esports dengan skor 2-1. G2 Esports pun berhasil lolos ke babak Grand final melawan Astralis.

Di Playoffs, ini adalah kali kedua Astralis melawan G2 Esports. Sebelumnya, kedua tim tersebut pernah bertemu, yakni pada babak upper bracket ronde 1. G2 Esports tersungkur ke lower bracket setelah dikalahkan oleh tim asal Denmark ini.

Menjalani cukup banyak pertandingan di lower bracket, pertemuan di babak final ini seharusnya bisa menjadi ajang balas dendam bagi G2 Esports. Sayangnya, tim ini tetap tidak bisa menyaingi kehebatan dari Astralis. Terlebih lagi, sebagai pemenang dari upper bracket, Astralis otomatis memenangkan map pertama.

Dua pertandingan yang berjalan di Nuke dan Vertigo pun terlihat sangat timpang. Jalannya pertandingan dikuasai oleh Gla1ve dan timnya. Babak final ini pun resmi dimenangkan oleh Astralis dengan skor 3-0.

Selamat untuk Astralis yang berhasil membuktikan dominasinya di regional Eropa. Masih ada banyak pertandingan lagi yang harus mereka hadapi pada tahun 2020 ini. Apakah tim ini akan tetap menjadi Raja CS: GO?

Leave a Reply