Pasca Penutupan, Gambit Akan Diwakili Tim Muda

Tim CS: GO Gambit telah memasuki masa non aktif sejak 3 bulan yang lalu. Namun, baru beberapa hari ini Gambit resmi mengumumkan penutupan sementara untuk Tim Counter Strike Global Offensive utama hingga masa perekrutan di akhir tahun 2019 nanti. Melalui akun twitter resminya, Gambit pada 22 Mei 2019 lalu, organisasi esports ini dengan berat hati akhirnya mengumumkan penutupan sementara.

Sebagai salah satu tim Counter Strike Global Offensive terkuat di Rusia, keputusan ini tentu sangat disayangkan oleh para penggemar. Bagaimanapun, sangat sulit melihat tim legendaris kehilangan pemain-pemain emas yang berbakat. Inilah yang dirasakan para penggemar Gambit di berbagai belahan dunia.

Selain mengumumkan bahwa akan ada penutupan sementara, Gambit juga mengumumkan bahwa masa depan Gambit Esports saat ini akan diwakilkan kepada tim muda, yaitu Gambit Youngsters sampai mereka membuka masa perekrutan kembali.

Masa Depan Gambit Esports setelah Pemain Legendaris Memutuskan Pindah Naungan

Turnamen terakhir yang diikuti oleh tim utama CS: GO dari Gambit Esports adalah babak kualifikasi musim ke-7 liga ECS Chalenger Cup yang diselenggarakan pada Februari lalu. Setelah pertandingan tersebut, beberapa pemain di tim inti sudah berpindah naungan.

Vladyslav “bondik” Nechyporchuk memutuskan untuk pergi serta bergabung ke salah satu tim besar Rusia, yaitu Winstrike. Sementara itu, Sergey “Ax1Le” Rykhtorov sudah dipindahkan ke tim junior. Lalu, pemain lain seperti Mihail “Dosia” Stolyarov dan juga Rustem “mou” Telepov yang merupakan pemain veteran telah siap untuk kontrak bersama dengan tim baru. Kondisi ini tentu tidak menguntungkan bagi tim Gambit.

Bisa dibilang semua pemain CS: GO andalan Gambit Esports telah pergi meninggalkan tim tersebut. Berdasarkan cuitan dari Konstantin Pikiner, chief gaming officer pada tim Gambit, dirinya juga merasa kesulitan dengan kondisi ini. Konstantin sendiri berusaha untuk membangun tim-tim baru yang memiliki kemampuan berbahasa Rusia. Karena tim akan bergabung dengan klub resmi Rusia, setiap pemain baru nantinya harus menguasai bahasa Russia demi memudahkan komunikasi antar pemain atau dengan organisasi.

Perekrutan pemain ke depannya juga akan lebih melihat permasalahan bahasa sebagai salah satu yang diberikan perhatian khusus selain skill pemain. Organisasi ini yakin bahwa kesamaan bahasa akan lebih memudahkan untuk memberikan instruksi dan bekerja sama.

Mengenang Masa Kejayaan Gambit Esports dalam Scene Counter Strike Global Offensive

Gambit esports dalam scene Counter Strike Global Offensive dunia memang sudah mendapatkan banyak prestasi. Tim ini juga menjadi salah satu tim kuat yang diantisipasi oleh tim-tim lain. Setelah berhasil membawa pulang trophy pada tahun-tahun sebelumnya, tim ini memang layak disebut tim legendaris.

Tahun 2017 adalah masa puncak kejayaan dari tim CS: GO Gambit Esports. Tim ini berhasil menjuarai ROG Master Grand Finals 2017. Turnamen ini adalah puncak dari semua rangkaian ROG master. Acara puncak ini diselenggarakan di KLCC, Malaysia. Keuntungan yang dicapai tim Gambit adalah sebesar US$ 117.500 atau setara dengan sekitar Rp 1,5 Miliar.

Pada tahun yang sama, yaitu tahun 2017, Gambit Esports juga masuk ke dalam tim terbaik bidang CS: GO dengan peringkat 6 besar dunia. Pendapatan yang diperoleh tim ini sekitar US$ 831.000. Sangat fantastis bukan?

Untuk tim berikutnya, penggemar CS: GO sangat berharap Gambit bisa menemukan talenta-talenta baru untuk mendapatkan kembali kejayaan tim. Sudah saatnya tim legendaris ini bangkit dan kembali menunjukkan pesonanya.

 

Leave a Reply