Pemain CS: GO ini Sarankan untuk Jangan Masuk Tim Lamanya!

Smooya

Daftar panjang drama antara pemain dengan organisasi esports sepertinya terus bertambah. Belakangan ini, komunitas Counter Strike: Global Offensive sering sekali mendengar konflik antara pemain dengan organisasinya. Tentu kabar seperti ini tidak satu atau dua kali saja terdengar, tetapi sudah sangat sering. Industri esports yang berkembang sangat pesat sepertinya tidak dibarengi dengan hubungan baik antara organisasi dan juga para pemain.

Kali ini, drama antara pemain dan organisasi esports terjadi pada pemain profesional Owen “Smooya” Butterfield. Smooya dikenal sebagai pemain Counter Strike: Global Offensive andalan yang sebelumnya bermain untuk tim Epsilon Esports. Karena merasa diperlakukan tak adil oleh mantan tim yang pernah dibelanya tersebut, Smooya pun mengatakan pada siapa pun yang ingin masuk ke Epsilon untuk mengurungkan niat mereka.

Smooya
Smooya

Hal yang dilakukan oleh Smooya ini bisa dibilang sangat berani. Komentar tersebut langsung ia tulis pada postingan twitter Epsilon Esports yang saat ini sedang mencari pemain baru. Pada komentarnya, ia mengatakan bahwa dirinya merekomendasikan untuk tidak bergabung sama sekali dengan Epsilon Esports. Tindakan yang cukup berani, bukan?

Di dunia esports, Epsilon bukanlah tim yang baru. Organisasi ini sudah berdiri sejak 2008 lalu. Itu berarti organisasi ini sudah mencapai usia lebih dari 10 tahun. Epsilon juga mempunyai beberapa divisi esports, yaitu Counter Strike: Global Offensive, Call of Duty, dan juga FIFA. Sayangnya, sebagai organisasi esports senior, Epsilon justru terseret drama karena tuduhan tak mematuhi kontrak perjanjian yang sudah dibuat dengan para pemainnya sendiri.

Smooya
Smooya

Kasus tuduhan pelanggaran kontrak ini pun sepertinya belum juga berakhir. Smooya sebagai salah satu pemain yang merasa diperlakukan tidak adil pun sepertinya terus melakukan protes. Salah satunya adalah melalui komentar yang telah dijelaskan di atas.

Smooya sendiri membela Epsilon Esports pada 2017 sampai dengan 2018. Dia juga sempat menceritakan beberapa masalah dengan timnya berkaitan dengan pelanggaran kontrak. Beberapa masalah yang dibeberkan adalah pemotongan gaji yang sangat besar karena dirinya dipindah ke bangku cadangan. Lalu, harga buyout yang dinilai sangat tidak masuk akal yang mengakibatkan Smooya susah untuk mendapatkan tim baru.

Meski sudah tak lagi berstatus sebagai pemain Epsilon Esports, sakit hati Smooya sepertinya belum hilang juga. Komentar pedas yang ia lontarkan pada mantan timnya tersebut menjadi bukti bahwa ia masih sangat kecewa dengan Epsilon Esports.

Smooya
Smooya

Sementara itu, pihak Epsilon Esports tidak memberikan komentar atau tanggapan apa pun atas komentar pedas dari mantan pemainnya tersebut. Sepertinya, pihak manajemen menganggap hal ini sebagai angin lalu yang tidak begitu mempengaruhi organisasi.

Saat ini, Smooya sendiri sudah bergabung dengan Berlin International Gaming (BIG) dengan posisi sebagai AWP. BIG sendiri bukan tim remeh-temeh. Meski baru dibentuk, tim asal Jerman ini sudah beberapa kali menjuarai turnamen CS: GO di Eropa. Jadi, masa depan Smooya sendiri sepertinya jauh lebih baik dibandingkan dengan saat bersama Epsilon Esports.

Berkaca dari kasus Smooya dan tim lamanya ini, sepertinya ada yang perlu diperbaiki dalam dunia esports professional. Kerja sama antara organisasi esports dengan pemain seharusnya berjalan dengan adil. Semoga saja ke depan tidak ada lagi masalah serupa. Karena bagaimanapun, kesuksesan sebuah organisasi esports tidak lepas dari dukungan para pemain dan staffnya.

Demikian adalah kabar terbaru di dunia Counter Strike: Global Offensive. Ikuti terus perkembangan berita di dunia esports di sini.

Leave a Reply