Peraturan Intel Grand Slam Season 3 Lebih Ketat

Intel Grand Slam Season 3 akan segera hadir menyapa para penggemar CS: GO di seluruh dunia. Bagi para penggemar, nama Intel Grand Slam (IGS) sendiri tentu sudah tidak asing lagi. Ia merupakan sebuah series turnamen yang sangat bergengsi di dunia esports saat ini. Selama dua musim terakhir ini,  IGS selalu menggunakan peraturan yang sama. Tim pertama yang berhasil memenangkan 4 dari 10 turnamen berhak menjadi juara Intel Grand Slam.

Musim kedua series ini baru saja berakhir dengan menghasilkan Team Liquid sebagai juara Intel Grand Slam. Team Liquid juga sekaligus menjadi team pertama yang mencetak kemenangan IGS tercepat, yaitu hanya dalam waktu 63 hari saja.

Selama season kedua, kemenangan mudah yang diperoleh Team Liquid ini sepertinya memicu pihak ESL serta DreamHack sebagai pihak panitia acara untuk merombak peraturan ini. Mereka membuat peraturan yang lebih ketat lagi. Seperti apa peraturan untuk season ketiga nanti?

ESL dan DreamHack berniat untuk merombak peraturan menjadi lebih kompetitif lagi sehingga tiap tim akan bertanding dengan lebih keras lagi. Peraturan uang aru ini memungkinkan satu tim untuk bisa memenangkan Intel Grand Slam melalui dua cara, yaitu sebagai berikut.

Pertama, memenangkan empat atau lebih turnamen Counter Strike: Global Offensive kelas Master, termasuk satu turnamen kelas Master yang sudah ditunjuk dalam waktu sekitar 10 acara. Kedua, memenangkan 6 turnamen Counter Strike: Global Offensive kelas Master dalam waktu 10 acara.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, saat ini ada 4 jenis acara yang bisa dianggap sebagai turnamen Counter Strike: Global Offensive kelas Master. Turnamen ini dapat diikuti oleh semua tim untuk bisa memenangkan titel juara Intel Grand Slam. Berikut daftarnya:

  1. Intel Extreme Masters
  2. ESL One
  3. DreamHack Masters
  4. ESL Pro League

Selain 4 turnamen master di atas, ada juga beberapa event yang ditunjuk oleh panitia untuk Intel Grand Slam tahun 2020 mendatang. Dua event yang sudah pasti adalah IEM Katowice dan ESL One Cologne. Lalu, bisa juga ada turnamen Counter Strike: Global Offensive lainnya yang diadakan oleh ESL dan juga DreamHack.

Dominasi Team Liquid di Intel Grand Slam tahun ini memang sepertinya membuat gelaran Season 2 menjadi agak monoton. Kejayaan Team Liquid menguasai pertandingan sudah bisa diprediksi. Kemenangan mudah yang didapatkannya selama Intel Grand Slam jelas membuat pihak panitia memutar cara agar series turnamen ini bisa lebih kompetitif lagi dan tidak hanya didominasi oleh satu pemenang saja.

Seperti yang kita ketahui bersama, hadiah yang diberikan untuk juara Intel Grand Slam tidak pernah main-main. Setiap tim yang berhasil menyandang gelar sebagai juara akan mendapatkan hadiah yang sangat besar. Mereka berhak mendapatkan hadiah sebesar 1 juta dollar Amerika. Hadiah tersebut jika dirupiahkan mencapai Rp 13 Miliar.

Menurut Anda, apakah peraturan baru yang lebih ketat di season ketiga ini bisa menjadikan series turnamen Intel grand Slam ini lebih menarik ke depannya? Sebagai penggemar esports Counter Strike: Global Offensive, kita tentu mengharapkan demikian. Setiap tahunnya, series turnamen ini memang selalu memberikan kejutan tersendiri. Pada musim kedua, kejutan diberikan oleh Team Liquid yang berhasil mendominasi turnamen ini.

Demikian adalah penjelasan peraturan baru Intel Grand Slam season ketiga. Kita nantikan saja keseruan turnamen terbesar esports yang satu ini.

 

Leave a Reply