Pronax Resmi Pamit dari Ranah CSGO Kompetitif

Markus “pronax” Wallsten, pemain yang berasal dari Swedia, resmi mengumumkan diri untuk pensiun dari CS: GO Kompetitif. Pemain yang lahir pada 24 Juni 1991 ini membuat keputusan yang cukup mengejutkan bagi para komunitas pecinta Counter Strike Global Offensive. Pronax termasuk pemain legendaris yang punya banyak prestasi. Menjelang ulang tahunnya yang ke-27, Ia akhirnya mengumumkan diri untuk “gantung mouse”. Apa yang terjadi?

Seperti yang kita tahu bersama, dalam permainan esports, khususnya Counter Strike Global Offensive, waktu reaksi serta kelincahan adalah hal utama yang harus dikuasai demi memenangkan pertandingan. Dalam hal ini, umur memang menjadi musuh paling besar bagi para pemain. Seiring dengan semakin bertambahnya usia, waktu reaksi serta kemampuan para pemain untuk bisa bergerak lincah semakin berkurang. Ini menjadi alasan utama para atlet untuk mengundurkan diri.

Pronax juga sangat menyadari posisinya. Daripada menjadi beban tim, ia memilih untuk pamit terlebih dahulu sebelum mencapai titik permainan terburuknya. Ia tak ingin menjadi black hole dalam timnya. Pada 31 Mei 2019, pronax mengumumkan kabar pensiunnya melalui akun twitter pribadinya. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk orang-orang yang selama ini telah mendukungnya. Ia punya rencana untuk membuat sesuatu yang besar di luar Counter Strike Global Offensive kompetitif. Kita tunggu saja nanti kabar terbaru dari pemain legendaris CS: GO ini.

Serangkaian Prestasi Pronax

Pronax memulai karier dalam dunia Esports Counter Strike tahun 2008 silam. Organisasi Esports pertama yang ia bela adalah Meet Your Makers. Meski begitu, masa kejayaannya baru dimulai saat ia bergabung dengan salah satu tum CS: GO terbaik dunia, yaitu Fnatic pada tahun 2015 silam. Bersama rekan satu timnya pada masa itu, roster pronax telah berhasil mendominasi ajang kompetitif Counter Strike Global Offensive dengan memenangkan sebanyak 3 turnamen secara berturut-turut. Namanya pun langsung dikenal oleh para pecinta komunitas CS: GO. Prestasi ini sekaligus membuat Pronax menjadi pemain legendaris.

Usai membawa tim Fnatic sukses, Pronax juga mengundurkan diri dari tim tersebut dan membentuk sebuah tim esports sendiri yang disebut dengan tim GODSENT. Pemain yang bergabung pada Roster GODSENT pertama kali adalah Jonas “Lekro” Olofsson, Andreas “znajser” Lindberg, Markus “pronax” Wallsten, Mathias “pauf” Kohler, dan Simon “twist” Eliasson. Tim ini dibentuk pada 4 April 2016 dan telah nonaktif pada 14 Juni 2018 silam.

Masa kejayaan Pronax dalam panggung Counter Strike Global Offensive kompetitif mungkin sudah mencapai pada babak terakhirnya. Keputusannya untuk gantung mouse menjadi akhir perjuangannya dalam CS: GO kompetitif. Kita tak bisa lagi melihat pronax untuk tampil pada turnamen-turnamen major CS: GO.

Dalam dunia CS: GO kompetitif, usia memang menjadi salah satu kendala dalam kemampuan bermain. Semakin bertambahnya usia, kemampuan para atlet semakin berkurang. Tak hanya Pronax, beberapa pemain juga memutuskan undur diri saat sudah merasa kemampuannya berkurang akibat usia. Mereka beralih profesi menjadi sesuatu yang baru setelah memutuskan untuk meninggalkan dunia CS: GO kompetitif.

Pronax sendiri juga mengumumkan akan melakukan sesuatu yang lebih besar. Sayangnya kita juga belum mengetahui hal besar yang dimaksudnya tersebut. Dalam beberapa waktu ke depan, Pronax akan mengumumkan rencana ke depan setelah resmi keluar dari dunia Counter Strike Global Offensive. Kita tunggu saja update informasi dari Pronax.

 

Leave a Reply