Raih Hasil Buruk, Ini Kata CEO CompLexity Gaming

dexerto

StarLadder Berlin Major 2019 adalah turnamen yang baru-baru ini diikuti oleh tim asal Amerika Serikat, yakni CompLexity Gaming. Sayangnya, turnamen ini tidak memberikan hasil yang bagus seperti yang diharapkan. Pada babak penyisihan grup atau New Challengers Stage, Complexity Gaming hanya mampu mendapatkan 1 kemenangan. Hasil tersebut membuatnya harus pamit lebih dini dari pertandingan.

Dilansir dari revivaltv.id dan liquipedia.net, Kekalahan ini sepertinya membawa kekecewaan tersendiri bagi sang CEO, Jason Lake. Sebagai seorang pemimpin organisasi esports, CEO CompLexity Gaming tentu mengharapkan kesuksesan dalam mengikuti turnamen. Kemenangan menjadi target utama. Sayangnya, kali ini timnya harus puas berada di posisi ke-20 – 22. Ini tentu bukan sesuatu hal yang dibanggakan.

dexerto
dexerto

Kekecewaan tersebut ia ungkapkan melalui postingan terbarunya di twitter. Secara garis besar, Jason Lake mengatakan bahwa dirinya tidak akan memberikan toleransi kepada timnya karena bermain buruk. Kata-kata yang ada di postingannya tersebut pun sangat “menggigit”. Hal tersebut sontak menjadi perhatian para komunitas Counter Strike: Global Offensive.

Dalam postingan twitter tanggal 25 Agustus 2019 lalu, Jason Lake mengatakan bahwa sebagai individu dirinya sangat mencintai para pemainnya. Akan tetapi, hasil yang sangat buruk tersebut tak dapat toleransi apa pun.

Lebih lanjut, Jason juga mengatakan bahwa dirinya membuka kesempatan untuk para pemain tier 1 yang ingin memulai kariernya di tempat terbaik agar segera menghubungi dirinya. Jason mengaku tidak segan membeli dan juga memberi gaji yang tinggi untuk pemain tersebut.

StarLadder
StarLadder

Postingan yang nylekit tersebut tentu menjadi pertanyaan banyak orang. Lalu, bagaimana nasib para pemain Counter Strike: Global Offensive yang saat ini membela mereka? Mengapa ia memposting kalimat yang menyakitkan tersebut di media sosial? Itulah sebagian besar isi komen dari postingan tersebut.

Lalu, untuk menghindari salah paham yang terjadi di tubuh komunitas, Jason Like pun membuat postingan yang kedua. Pada postingan keduanya tersebut, ia mengungkapkan bahwa postingan twitter tersebut telah dibicarakan baik-baik kepada pemainnya sebelum diposting. Jason Like juga menambahkan bahwa dirinya jelas sangat memperhatikan pemainnya. Akan tetapi, sebagai seorang CEO, ia mempunya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Salah satu pekerjaan utamanya adalah membuat tim yang bisa menghasilkan prestasi dan kemenangan.

Pada postingan yang menyatakan pencarian pemain tier 1, ada komentar Coldzera di sana. Apakah ia akan mengajukan permintaannya untuk bergabung dengan CompLexity Gaming? Kemungkinan ini pun bisa saja terjadi.

dexerto
dexerto

Berbicara tentang pencarian pemain tier 1, Marcelo “Coldzera” David dan juga Will “RUSH” Wierzba sepertinya cocok untuk bergabung dengan tim asal Amerika Serikat tersebut. Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini Coldzera duduk di bangku cadangan MIBR. Sementara RUSH juga berada di bangku cadangan di tim Cloud9. Seperti yang kita ketahui bersama, skill keduanya yang cukup bagus dalam bermain Counter Strike: Global Offensive sangat disayangkan apabila hanya berada di bangku cadangan.

Namun, seperti yang sudah kita ketahui bersama, CompLexity Gaming adalah tim yang terkenal sebagai tim yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Pemain yang ingin bergabung setidaknya harus punya kemampuan berbahasa Inggris yang cukup.

Namun, apabila mereka memang menerima Coldzera dan juga RUSH, ini mungkin menjadi titik balik bagi tim asal Amerika Serikat ini. Kita tunggu saja bagaimana kabar selanjutnya dari tim CompLexity Gaming.

Demikian adalah kabar terbaru mengenai Complexity Gaming yang harus kalah dalam turnamen StarLadder Berlin Major 2019. Kekecewaan sang CEO pun tak bisa dibendung lagi. Yuk, nantikan kabar selanjutnya dari turnamen Counter Strike: Global Offensive akbar ini hanya di sini.

Leave a Reply