Raih Trofi ECS Season 8, Dev1ce Rebut Gelar MVP

HLTV

Turnamen CS: GO akbar bernama Esports Championship Series / ECS Season 8 akhirnya selesai digelar. Pertandingan ini ditutup pada Minggu, 2 Desember 2019 lalu dengan hasil menakjubkan. Astralis menumbangkan Team Liquid dengan skor 2-1. Berkat kemenangan tersebut, Astralis berhasil membawa pulang trofi juara dan sejumlah hadiah uang. Tak hanya itu, satu pemain andalannya juga berhasil merebut gelar MVP. Apakah kini Astralis kembali mendominasi?

Seperti yang dilansir dari Liquipedia dan RevivalTV, ECS Season 8 merupakan turnamen Counter Strike: Global Offensive yang selalu menarik untuk diikuti. Turnamen ini mempertandingkan tim-tim terbaik asal Amerika Utara dan juga Eropa. Para pemain tak hanya memperebutkan gelar juara. Masing-masing tim juga berebut gengsi terkait regional mana yang paling jago dalam bermain game CS: GO.

Dailyesports

Jika Anda mengikuti jalannya final ECS, Astralis memang tak berhasil memenangkan kategori series best of three. Itu berarti mereka gagal melakukan dominasi yang menghipnotis pada penonton. Mereka mengawali pertandingan final dengan kekalahan yang cukup dramatis. Team Liquid sempat memimpin berkat kemenangan di babak pertama. Akan tetapi, Astralis berhasil memperbaiki pola permainan sehingga trofi juara pun berhasil mereka amankan.

Kemenangan di babak final juga memberikan keuntungan tersendiri bagi salah satu pemain Astralis. Nicolai “dev1ce” Reedtz juga mendapat gelar sebagai MVP atau Most Valuable Player. Gelar sebagai pemain terbaik tersebut memang tidak asal diberikan. Selama pertandingan final, dev1ce memang menjadi pemain kunci yang membawa kemenangan kepada Astralis.

Dailyesports

Tak hanya di pertandingan ini, Dev1ce memang selalu menjadi pemain andalan untuk Astralis. Pemain muda berdarah Denmark tersebut selalu menjadi andalan untuk Astralis. Selama pertandingan ECS Season 8, pemain muda kelahiran 1995 ini selalu bermain bagus dan konsisten. Jadi, tak heran jika ia mendapatkan gelar sebagai pemain terbaik atau MVP.

Medali MVP yang kembali ia terima adalah medali ke-15 sepanjang kariernya. Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya didapatkan saat bergabung dengan Astralis. Ini menjadi bukti kuat bahwa pemain muda ini memang sangat berbakat. Astralis memang berhasil mempertemukan tim-tim terbaik di bawah naungannya.

ESTNN

Meski usianya masih muda, Dev1ce sudah mulai terjun ke ranah kompetitif CS: GO sejak tahun 2009 lalu. Sebelum membela Astralis, ia pernah membela beberapa tim, seperti Copenhagen Wolves, Team Dignitas, dan Team SoloMid. Pada 2016 lalu, ia akhirnya bergabung dengan Astralis. Berkat kemampuannya yang luar biasa. Sampai sekarang, Dev1ce selalu menjadi pemain andalan untuk tim yang dibelanya tersebut.

Untuk kejuaraan ECS Musim ke-8 ini, gelar juara yang berhasil Astralis rebut menambah catatan baik untuk tim CS: GO nomor satu ini. Selama tahun 2019, ini adalah kali kedua Astralis menjuarai turnamen kelas major. Sebelumnya, Astralis sudah memenangkan pertandingan Intel Extreme Master XIV – Beijing. Usai turnamen tersebut, mereka kembali mengoleksi satu piala lagi di ECS Season ke-8. Selanjutnya, apakah trofi-trofi lain akan terus mereka menangkan?

Turnamen paling dekat yang akan mereka hadapi adalah ESL Pro League Musim ke-10 dan juga BLAST Pro Series Global Finals 2019. Jika mereka terus bermain konsisten, tidak susah rasanya untuk menambah gelar juara. Astralis memang selalu terkenal sebagai tim CS: GO terbaik.

Demikian adalah kabar terbaru dari Dev1ce yang sukses meraih gelar sebagai MVP atau pemain terbaik. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda, ya. Nantikan informasi menarik lainnya di sini.

Leave a Reply