Rekrut Subroza, Cloud9 Kirim Tenz ke Bangku Cadangan

esportstalk

Pada tahun 2019 ini, divisi CS: GO Cloud9 memang punya performa yang kurang begitu memuaskan. Mendekati penghujung tahun 2019, tim yang berasal dari Amerika Serikat ini belum juga membawa pulang trofi juara. Hal ini tentu amat disayangkan. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, Cloud9 pernah sangat berjaya di ranah kompetitif CS: GO.

DIlansir fdari liquipedia dan revivaltv, berkaitan dengan performanya yang turun, Cloud9 pun mau tidak mau harus membuat keputusan serius. Salah satu pemain yang terpaksa harus keluar dari roster utama adalah Tyson “TenZ” Ngo. Pemain muda berusia 18 tahun itu baru saja membela Cloud9 selama kurang dari satu semester. Akan tetapi, pihak manajemen sepertinya menganggap bahwa performanya kurang maksimal sehingga terpaksa harus mengeluarkannya.

HLTV

Padahal, jika kita ingat-ingat lagi, TenZ sukses membantu tim asal Amerika ini untuk menduduki posisi ke-4 pada turnamen BLAST Pro Series Los Angeles. Akan tetapi, performa buruknya selama menjalani ESL Pro League Season 10 dan ECS Season 8 – Nort America sepertinya tidak bisa diterima oleh pihak manajemen. Kini, TenZ resmi berada di bangku cadangan bersama dengan Maikil “Golden” Selim yang saat ini dipinjam oleh Fnatic.

Selama bulan Oktober ini, TenZ bersama Cloud9 menjalani sekitar 7 pertandingan di turnamen Esports Championship Series Season 8 dan ESL Pro League Season 10 – Americas. Dari 7 pertandingan tersebut, Cloud9 hanya mampu memenangkan pertandingan saat melawan Furia Esports dan INTZ di ECS Season 8 – North America. Cloud9 dua kali kalah dari tim Evil Geniuses di dua turnamen tersebut. Prestasi yang buruk ini tentu membuat Cloud9 mengambil langkah tegas untuk membangkucadangkan pemain barunya tersebut.

esportstalk

Kepergian TenZ dari roster utama tentu saja menghasilkan kekosongan dalam roster utama tim. Akan tetapi, tak butuh waktu lama untuk segera mengisi kekosongan kursi tersebut. Cloud9 merekrut pemain baru bernama Yassine “Subroza” Taofik. Pemain kelahiran 1997 ini berasal dari Kanada. Kariernya di dunia Counter Strike: Global Offensive sudah dimulai sejak tahun 2015 lalu. Itu berarti ia sudah mempunyai setidaknya 5 tahun pengalaman di dunia kompetitif CS: GO.

Subroza tercatat pernah membela tim-tim asal Kanada dan sekitarnya. Salah satu tim besar yang pernah ia bela adalah Ghost Gaming. Meski begitu, ia termasuk salah satu pemain potensial yang diharapkan bisa membawa Cloud9 ke era yang lebih baik. Saat ini posisinya memang masih dalam masa trial. Jika ia berhasil membuktikan kemampuannya, tak menutup kemungkinan bahwa dirinya akan menjadi tim inti.

rivalry

Bersama dengan Ghost Gaming, Subroza pernah mempersembahkan dua trofi juara, yakni di WESG 2018 Canada dan ZOTAC Cup Masters 2018 – Americas pada tahun 2018. Ini bisa menjadi bukti bahwa skill-nya di dunia CS: GO tak perlu diremehkan.

Kehadiran Subroza ini akan memeriahkan turnamen ECS yang saat ini sedang berlangsung dan BLAST Pro Series Copenhagen yang nanti akan dimulai awal November 2019. Apakah Subroza akan memberikan efek dahsyat untuk Cloud9? Kita lihat saja nanti. Yang jelas, JamezIRL sudah mengakui bahwa salah satu alasan mengapa Cloud9 merekrut Subroza adalah karena kepribadian dan pengalaman bermainnya yang dianggap cocok untuk tim asal Amerika ini.

Kembali ke TenZ, kira-kira tim mana yang akan menjadi rumah barunya? Pemain muda berusia 18 tahun ini masih punya jalan panjang untuk berkarier di dunia CS: GO. Kita doakan saja semoga ia bisa kembali memperkuat tim besar lainnya yang bisa membuat skill-nya berkembang.

Leave a Reply