S1mple Tunjukkan Kekesalannya Atas Format Baru ESL Pro League 

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, penyelenggara turnamen esports terbesar, ESL, baru saja mengumumkan format pertandingan ESL Pro League yang baru. Turnamen pada tahun 2020 ini akan berbeda dengan turnamen-turnamen sebelumnya. Hal tersebut terpaksa dilakukan karena kini panggung CS: GO kedatangan orang baru, yakni B Site yang kabarnya akan segera digelar bulan ini.

Sebagaimana sebuah perubahan, tentu ada pihak yang mendukung dan tidak mendukung atas perubahan tersebut. Hal ini juga berlaku untuk turnamen CS: GO yang diselenggarakan oleh ESL. Banyak pihak yang mengkritik format baru dalam ESL Pro League musim 2020 ini, salah satunya adalah Oleksandr “s1mple” Kostliev.

Youtube

Pemain yang berada di bawah tim Natus Vincere tersebut mengungkapkan kekesalannya melalui akun twitter pribadinya. Tak lama setelah pengumuman format baru dirilis, pemain muda berusia 22 tahun tersebut memposting kritikan di twitternya pada tanggal 25 Januari 2020 lalu. Seperti apa isi postingan twitter tersebut?

“Bayangkan saja jika ANDA melakukan sebuah kualifikasi untuk memperoleh tempat di TO league, tetapi kemudian mereka membatalkannya serta mengirim tim Anda untuk pulang. Sungguh penyelenggara yang menyedihkan,” ungkap s1mple.

S1mple tetap melayangkan kritikan meskipun tim Natus Vincere mendapatkan tempat dalam 24 tim yang dipilih oleh ESL Pro League. Pemilihan tim yang berpartisipasi dalam ESL Pro League Season 11 memang tidak terbuka. Beberapa tim merupakan tim yang sudah berpartisipasi di ESL Pro League Season 10. Akan tetapi, ada juga beberapa tim yang terpaksa tidak berpartisipasi dalam turnamen ini.

Youtube

Tak hanya S1mple, sebelumnya ESL juga sudah mendapatkan kritikan pedas dari Duncan “Thorin” Shields. Sang analis CS: GO juga mengkritik sikap tidak profesional yang ditunjukkan dalam Pro League Dealings.

“Saya tak akan bekerja dengan seseorang yang tidak etis yang telah memperlakukan orang lain seperti tidak berharga. Mereka melakukannya hanya untuk uang dan kekuasaan. Sebelumnya, Anda adalah TO paling baik. Akan tetapi, hari ini hal tersebut tak ada artinya sama sekali. Anda memperlakukan orang lain secara tidak adil. Anda adalah sampah,” ujar Thorin.

Baik S1mple maupun Thorin sama-sama merasa kesal akan keputusan ESL yang memberlakukan perubahan besar pada ESL Pro League musim 2020. Perubahan ini jelas mempengaruhi tim yang berpartisipasi. Mau tidak mau, pemain juga akan merasakan imbasnya.

Youtube

Berikut adalah beberapa rincian perubahan yang dilakukan ESL pada ESL Pro League Season 11:

  1. Jumlah tim yang berpartisipasi dipangkas menjadi 24 tim.
  2. Daftar 24 tim yang sudah dirilis dalam Pro League ternyata belum semuanya dikonfirmasi oleh pihak organisasi.
  3. Rincian yang sah dan lengkap berkaitan dengan tata cara pemilihan 24 tim masih belum diungkapkan.

Karena berniat ingin mempertahankan dominasinya dalam panggung kompetitif CS: GO, sang penyelenggara turnamen justru mendapatkan kritikan besar dari orang-orang penting dalam komunitas CS: GO. Apakah langkah yang diambil oleh ESL justru akan mencoreng nama baiknya sendiri? Jika ini terjadi, tentu sangat disayangkan.

Turnamen yang sampai sekarang disebut dengan B Site sendiri belum mengumumkan turnamen CS: GO mereka. Hanya rumor yang masih terus beredar. Benarkah B Site akan menjadi saingan terberat dari ESL? Ikuti terus pembahasan lengkapnya di sini, ya.

Ranah kompetitif CS: GO dunia memang sangat menarik untuk diikuti. Seperti yang kita ketahui bersama, ada puluhan turnamen CS: GO yang digelar untuk setiap tahunnya. Oleh karena itu, agar tidak ketinggalan informasi, Anda bisa menyimak info seputar CS: GO di sini, ya. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply