Saat Pemain Terbaik CSGO Mencoba Bermain Fortnite

Bagaimana jika pemain Terbaik CSGO mencoba untuk bermain game FPS lain? Inilah yang dilakukan oleh salah satu pemain terbaik dunia, Oleksandr “s1mple” Kostyliev. S1mple sudah dikenal secara luas sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Pada tahun 2018 lalu, ia mendapat gelar pemain Counter Strike Global Offensive terbaik.

Salah satu pemain  CS: GO terbaik dunia tersebut saat ini berada dalam naungan Natus Vincere. Ia sudah mulai bermain secara profesional dari 6 tahun lalu. Saat ini, S1mple juga dikenal sebagai salah satu pemain andalan Natus Vincere. Ia menjadi kunci kesuksesan tim ini untuk meraih  posisi 5 besar tim Counter Strike Global Offensive dunia.

Di sela-sela sesi streaming-nya, pemain asal Ukraina tersebut ingin mencoba game FPS lain dengan genre battle royale. Akhirnya S1mple memilih Fortnite. Saat mencoba bermain game ini, S1mple tak terlalu puas dengan fitur-fitur yang ditawarkan oleh Fortnite. Seperti apa ulasan S1mple tentang game Fortnite yang telah dicobanya?

Pada selasa, 28 Mei 2019 lalu. S1mple akhirnya punya jadwal bebas setelah menjalani serangkaian sesi latihan bersama Natus Vincere. Ia kemudian memutuskan untuk bermain game Fortnite saat sedang sesi streaming bersama dengan salah satu pemain Fortnite Profesional yaitu Erikas “Eryc” Vaitkevicius, seorang atlet professional esports Fortnite.

Ketika keduanya tengah bermain dan juga mengobrol bersama, S1mple bertanya kepada Eryc apakah ia bisa mengganti Crosshair atau tidak. Eryc pun kemudian menjawab bahwa hal itu tak dapat dilakukan. Crosshair pada game Fortnite memang sama bagi semua orang. Kemudian S1mple pun menjawab, “Ah, itu sangat buruk”.

Kemudian, Eryc pun memberi penjelasan singkat bahwa permainan Fortnite ini memang berbeda dibandingkan dengan Counter Strike Global Offensive. Dalam Counter Strike Global Offensive, pemain bisa mengganti crosshair, posisi senjata, layar resolusi, dan lain-lain. Permainan Counter Strike Global Offensive memang sangat terbuka untuk kustomisasi. Akan tetapi, Fortnite tidak demikian. Game FPS yang satu ini tidak memberikan fitur kostumisasi apapun. Tak hanya bagian crosshair, bagian field of view yang ada di mode kompetitif juga tak bisa diubah. Fortnite hanya tersedia untuk resolusi 16 : 9.

Lalu, bagi s1mple, randomness adalah yang yang sangat penting dalam meraih kemenangan. Saat bermain di game Counter Strike Global Offensive, S1mple terbiasa untuk menyiapkan semuanya pada 10 detik pertama untuk setiap ronde dengan membeli perlengkapan, seperti armor, senjata, juga permainan lainnya. Akan tetapi, saat mencoba bermain Fortnite, dia mengatakan bahwa dirinya sedang tak beruntung. S1mple tak akan bisa selamat bahkan di fase awal permainan tersebut.

Seorang atlet esports professional biasanya memang hanya menguasai satu cabang esports. Simple yang terbiasa memainkan CS: GO, akan kesulitan jika mencoba game lain, seperti Fortnite. Meski sama-sama Game FPS dengan genre battle royal, masing-masing game tentu mempunyai aturan main sendiri. Ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika memang tak terbiasa bermain pada game tertentu, pastinya si pemain akan kalah. Begitu pula yang dialami oleh s1mple, pemain terbaik CS: GO yang mencoba bermain Fortnite.

Keseruan s1mple saat mencoba bermain Fortnite masih bisa Anda lihat di channel youtube resmi NAVI Fortnite atau di https://youtu.be/J7GplPPRZJc. Silahkan simak review jujur permainan Fortnite dari atlet profesional yang terbiasa memainkan Counter Strike Global Offensive. Video tersebut cukup menarik untuk ditonton para penggemar Fortnite maupun CS: GO.

 

Leave a Reply