Timbulkan Kontroversi Pro League, ESL Akhirnya Buka Suara

Turnamen CS: GO akbar bertajuk ESL Pro League 2020 memang berbeda dari biasanya. Pada musim ke-11 ini, ESL memberlakukan format baru yang jauh berbeda dengan tahun lalu. Keputusan tersebut sepertinya tidak diterima sepenuhnya oleh para komunitas CS: GO, termasuk organisasi esports, pemain, hingga caster. Supaya kesalahpahaman yang terjadi tidak semakin parah, ESL pun buka suara.

Keputusan yang kontroversial tersebut diumumkan pada 24 Januari 2020 lalu. Terkait ESL Pro League 2020, pihak ESL sebagai penyelenggara mengumumkan 24 tim yang mendapatkan slot untuk bertanding di ESL Pro League 2020. Jumlah ini tentu jauh lebih sedikit dari sebelumnya. Yang lebih membuat komunitas geram adalah proses pemilihan tim yang tidak transparan.

ESL
ESL

Sebelum keputusan resmi diumumkan, ESL Pro League Season 11 awalnya disebut-sebut akan memiliki 48 slot. Akan tetapi, jumlah yang diumumkan justru hanya setengahnya. Banyak tim yang sebenarnya lolos kualifikasi tetapi tiba-tiba tidak diperbolehkan dan tidak bisa mengikuti turnamen besar tersebut. Ini tentu sangat disayangkan.

Tim-tim yang seharusnya lolos ke babak inti ESL Pro League 2020 ini justru diturunkan ke turnamen Mountain Dew League tingkat ke-2. Turnamen ini masih berada di bawah ESL. Tim yang berhasil lolos dari Mountain Dew League akan mendapatkan slot untuk bermain utama di ESL Pro League musim ke-12 nanti.

Sayangnya, perubahan tersebut belum dikomunikasikan ke pihak tim sebelum pengumuman pada 24 Januari 2020 lalu. Inilah yang membuat kritikan meluncur deras ke pihak ESL. Penyelenggara turnamen yang sudah malang melintang di dunia CS: GO tersebut dinilai bekerja secara tidak profesional.

ESL

Kritikan perihal turnamen baru tersebut meluas di media sosial. ESL dikritik habis-habisan oleh pemain, caster, serta penggemar esports CS: GO. Oleh karena itu, kemarin Ulrich Schulze selaku Wakil Presiden Senior ESL sekaligus Direktur Pelaksana Pro Gaming akhirnya buka suara. Atas nama perusahaan, ia mengungkapkan bahwa saat ini mereka sedang mencari cara untuk bisa mencari jalan tengah atas permasalahan ini.

“Pada Jumat lalu, kami membuat pengumuman tentang perubahan besar yang ada pada ESL Pro League Musim ke-11 dan seterusnya. Dalam pengumuman tersebut, sebagian tim diberi tahu bahwa mereka tak mendapatkan slot untuk bermain di musim ini. Kami meminta maaf karena belum bisa melakukan proses seleksi sesuai standar yang diinginkan seluruh pihak,” ungkapnya.

Rencana ESL terkait Pro Tour 2020 sendiri adalah membagi tim menjadi dua tingkatan, yakni Masters serta Challenger. Sementara itu, tim yang termasuk ke daftar tim Pro League mempunya waktu yang lebih mudah untuk bisa lolos ke tingkat Master. Nah, terkait hal ini, pihak ESL berjanji bahwa tim yang tak kebagian slot akan mempunyai peluang untuk bisa lolos ke turnamen-turnamen besar lainnya.

ESL

Lebih lanjut, pihak ESL juga berjanji untuk membangun komunikasi yang lebih baik terkait perubahan dan transparansi. Ulrich menambahkan bahwa pihaknya akan segera merilis rincian lebih lanjut untuk hari-hari berikutnya. Pihak ESL juga akan terus memberikan pembaruan informasi dan berupaya untuk terus terlibat dengan semua pihak yang terkait dengan masalah ini.

ESL Pro League 2020 memang mempunyai perubahan drastis. Klarifikasi ini diharapkan bisa menjadi peredam kontroversi yang ada di tengah-tengah komunitas Cs: GO saat ini. Lalu, bagaimana pendapat Sobat Gamers terkait kasus ini? Jangan ragu untuk menuliskan pendapat Anda di kolom komentar, ya. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply