Tumbangnya Tim Raksasa dalam DH Masters Malmo 2019

Dreamhack

DreamHack Masters Malmo 2019 membuat sejarah baru yang mungkin tak bisa dilupakan oleh para komunitas Counter Strike: Global Offensive. Turnamen bergengsi ini tak seperti biasanya yang mana tim-tim besar justru harus pamit lebih awal karena kekalahan yang mereka alami. Bermain di kandang sendiri, tim asal Swedia, Fnatic, sukses merebut gelar juara mengalahkan tim-tim CS: GO papan atas. Seperti apa keseruan kejuaraan CS: GO ini?

Seperti biasa, DreamHack Masters Malmo 2019 mengundang tim-tim papan atas untuk meramaikan kompetisi. Tim-tim besar seperti Team Liquid, G2 Esports, Astralis, Evil Geniuses, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sayangnya, beberapa tim besar yang dijagokan sebagai juara justru tumbang lebih awal saat melawan tim-tim kelas dua. Ini tentu menjadi sesuatu yang mengejutkan banyak orang, terutama para penggemar CS: GO.

Dreamhack
Dreamhack

Dilansir dari liquipedia.net dan revivaltv.id, kejutan yang paling besar datang dari Grup B, yakni saat Team Liquid menghadapi OpTic Gaming. Anda tentu tahu siapa OpTic Gaming bukan? Tim asal Denmark ini terlihat minim prestasi selama tahun 2019. Berbeda sekali dengan Team Liquid yang cenderung tampil sangat bagus sepanjang tahun 2019. Sayangnya, OpTic Gaming justru berhasil mengirim Team Liquid menuju lower bracket. Ini jadi kejutan besar yang di awal pertandingan.

Berlanjut di lower bracket, setelah berhasil mengalahkan North, dengan skor 2-1, tim dengan logo kuda biru tersebut pun kembali harus menanggung malu setelah dikalahkan oleh tim asal Australia, Grayhound. Team papan atas dunia ini pun harus pulang lebih awal sebelum sempat mencapai babak playoffs.

Sebelum mengalahkan Team Liquid dan masuk ke lower bracket, Grayhound sendiri sudah menunjukkan performa yang bagus. Mereka sudah membuat sensasi dengan mengirimkan Evil Geniuses yang baru saja mendapat juara ESL One New York ke lower bracket. Ini juga menjadi kejutan besar di grup B.

youtube
youtube

Sementara itu, di Grup A, ada beberapa kejutan yang tak kalah menarik. Tak ada yang menyangka bahwa tim besar seperti ENCE pun harus mengalami kekalahan dan dikirim ke lower bracket. Team Vitality berhasil memukul mundur ENCE menuju ke lower bracket. Sementara itu, ENCE juga harus kembali menelan pil pahit setelah dikalahkan oleh FURIA Esports. Tim asal Finlandia ini pun gagal menuju babak playoffs.

Babak playoffs diisi oleh 6 tim tak terduga, yakni Grayhound, NiP, Astralis, Na’Vi, Fnatic, dan Team Vitality. Lanjut ke babak semifinal, kejutan besar pun kembali datang. Tim besar seperti Astralis harus mengalami kekalahan besar saat melawan Fnatic. Mereka pun gagal untuk lanjut ke babak grandfinal.

Di sisi lain, team Vitality yang juga bermain sangat bagus melawan Natus Vincere. Tim asal Brazil ini akhirnya bisa mengalahkan Natus Vincere melalui pertandingan yang sangat ketat. Skor akhir dari pertandingan ini adalah 2-1. Team Vitality berhasil lolos ke babak grandfinal.

youtube
youtube

Pertandingan yang ditunggu-tunggu pun tiba. Kemarin, 6 Oktober 2019, menjadi sejarah baru bagi Team Vitality dan Fnatic. Setelah menghadapi rangkaian pertandingan yang panjang, kedua tim ini berhasil lolos ke grandfinal. Pertandingan babak penentu ini pun tak kalah menarik. Setelah berhasil mengamankan match pertama di Map Dust II, Team Vitality akhirnya mengakui kehebatan Fnatic. Team Vitality kalah di dua match terakhir, yakni Map Inferno dan Mirage. Dengan begitu, Fnatic pun resmi menjadi juara DreamHack Masters Malmo 2019.

Itulah serangkaian kejutan besar dalam DreamHack Masters Malmo 2019. Siapa yang menyangka bahwa Fnatic akan jadi juara? Ternyata, yang Namanya pertandingan tetap tak bisa diduga-duga. Fnatic berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk menjadi juara pada kejuaraan ini.

Leave a Reply