Turnamen BLAST Pro Series Mirip Junk Food

RFSH Entertainment adalah perusahaan esports yang telah mengadakan tujuh kali pertandingan CS GO BLAST Pro Series. Acara kompetitif ini digelar di tujuh negara di dunia, yaitu dari Kopenhagen, Denmark sampai dengan Sao Paulo, Brazil. Setiap acara sangat menyenangkan untuk ditonton. Akan tetapi, saat turnamen selesai, ada rasa tak puas yang dirasakan oleh penonton, mirip sekali saat kita sedang mengkonsumsi junkfood.

Akar Ketidakpuasan pada BLAST Pro Series

Yang menyebabkan turnamen BLAST Pro Series menjadi turnamen yang tidak begitu memuaskan adalah karena turnamennya itu sendiri. Turnamen ini digelar selama 2 hari dengan total 6 tim yang bertanding. Keenam tim ini diundang, jadi bukan dari hasil seleksi regional.

Selanjutnya, tim bermain dalam format round robin bo1. Tiga pertandingan dimainkan secara bersamaan, kemudian acara berakhir dengan pertandingan pameran Pro Standiff dan grand final best of three.

Jika dibandingkan dengan turnamen lain, BLAST Pro memang kurang begitu memuaskan. Dalam turnamen Counter Strike Global Offensive tingkat satu, tim yang bermain biasanya berjumlah 16 tim. Delapan tim diundang berdasarkan peringkat dunia. Kemudian tim yang lain lolos melalui acara kualifikasi regional. Dengan begitu, akan banyak gameplay yang bermain.

Kompetisi Counter Strike Global Offensive yang Diharapkan

Kompetisi LAN tingkat satu mirip seperti menu makan yang lengkap bagi para penikmat Counter Strike Global Offensive. Babak grup bisa menjadi hidangan pembukaan. Kemudian perempat final dan semifinal bisa menjadi menu pengantar. Kemudian final menjadi semacam hidangan utama.

Semua pertandingan berlangsung dengan alur yang menarik menuju klimaks. Ketika para penonton menyaksikan dua tim terakhir bertarung memperebutkan tropi, ini adalah puncak dari seluruh kompetisi. Kepuasaan penikmat Counter Strike Global Offensive pun akan terbayar dengan baik.

Nah, makanan penutupnya bisa berupa konten-konten setelah kompetisi, yaitu artikel, foto, wawancara, dan lain sebagainya. Jadi, setelah turnamen, masih ada sisa-sisa kepuasan yang tetap dirasakan oleh penikmat CS GO.

Perluasan Turnamen BLAST Pro Series

Bagaimanapun, seperti halnya makanan cepat saji, BLAST Pro terus memperluas ekspansi mereka. Pada tahun 2017, BLAST hanya mempunyai satu acara pada akhir tahun. Lalu, pada 2018, naik menjadi 3 acara. Pada tahun 2019 ini, naik lagi menjadi 7 acara. Menurut banyak kabar yang beredar, pada tahun 2020 mendatang, turnamen bergengsi CS GO akan dijadwalkan sebanyak 9 hingga 12 acara.

Perluasan turnamen BLAST Pro Series bisa dibilang sangat cepat. Hanya memakan waktu 3 tahun, turnamen ini bisa menggelar hingga 7 acara pada tahun ini. Ke depan, bahkan dijadwalkan akan ada lebih banyak lagi turnamen BLAST PRO Series yang digelar.

Dalam beberapa hal, pencapaian BLAST Pro Series memang bisa dibilang sangat mengagumkan. Turnamen ini terus berkembang di setiap tahunnya. Akan tetapi, sebagai penggemar sekaligus penikmat pertandingan Counter Strike Global Offensive sangat disayangkan bahwa mereka mengurangi nilai-nilai cerita dan kompetitif dari turnamen yang mereka. Yang tersisa setelah pertandingan hampir seperti kalori yang kosong.

Meski begitu, banyak juga penggemar Counter Strike Global Offensive yang menantikan turnamen CSGO bergengsi ini. Melalui turnamen ini, mereka bisa melihat performa pemain-pemain kelas dunia seperti Tim Astralis dan Tim ENCE. Pola permainan yang menyenangkan yang ditampilkan oleh tim-tim besar menjadi semacam candu bagi para penikmat CS GO. Menurut Anda, apakah turnamen BLAST PRO Series cukup menarik untuk dinikmati?

 

 

Leave a Reply