Memupuk Potensi Esports di Anak Muda Indonesia

BnTeT 1

Pembicaraan tentang esports di Indonesia sekarang ini sedang hot, akibat diskusi pada debat presiden, sekarang ini masyarakat mainstream lebih sadar soal sisi kompetisi games ini. Di luar negeri, esports sudah dianggap sejajar dengan banyak kompetisi seperti olahraga. Dukungan ini berupa jalur pemupukan dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Kegiatan ekstrakurikuler esport tentu belum umum di Indonesia, tapi di luar negeri hal ini sudah banyak dicoba. Pemupukan potensi esports ini juga bukan sekedar main game saja. Para siswa yang mengikuti kegiatan ini akan mendapatkan latihan intensif dan juga pelajaran soal meta, strategi dan penguatan mental.

Pada Trine University, kamu bisa juga temukan beberapa jalur beasiswa yang menerima siswa yang memiliki prestasi esports Counter-Strike: Global Offensive. Di universitas ini prestasi dalam bentuk esports sangat diapresiasi dan tentunya tidak dianggap enteng.

Di sisi lain, kamu juga bisa temukan beberapa akademi pelatihan seperti pada Esports Akademie Deutschland yang ada di Belanda. Di Malaysia akademi seperti ini juga sudah tumbuh walaupun belum tersebar umum.

Mengarahkan Anak Muda ke Esports

BnTeT 3
CSGO

Pembinaan pada sekolah – sekolah tentang potensi esports ini tentu bisa jadi pengaruh baik bagi masa depan anak muda sekarang. Contoh saja jika mereka bermain Counter-Strike tidak hanya sekedar main – main tapi mampu menghasilkan piala dan uang hadiah, tentu yang bangga tidak hanya anak itu sendiri tapi juga orang tua dan sekolah.

Game sekarang ini sudah menjadi hobi yang umum, sama seperti hobi sepak bola ataupun basket dari zaman dulu. Sebagai hobi, games tentu hanya hiburan semata, tapi jika orang tua dan sekolah bisa mengarahkan hal ini menjadi serius dan bermanfaat bagi si anak, tentu tidak ada salahnya membantu siswa meraih cita – cita-nya sebagai atlet esports.

Menyeimbangkan Cita – Cita dan Kewajiban

BnTeT

Siswa yang ingin jadi Atlet esports yang baik tentu harus mampu menyeimbangkan waktu latihan dan juga waktu belajar. Keseimbangan ini juga tentu harus didukung oleh orang tua. Jangan mentang – mentang si anak ingin jadi atlet esports, orang tua membiarkan si anak main game selama berjam – jam.

Tergantung dari umur si anak, orang tua juga terkadang harus menuntun perlahan bagaimana disiplin yang harus dipelajari si anak. Misal si orang tua bisa membatasi waktu latihan dan menjadwal waktu belajar. Ataupun mendaftarkan si anak di tempat pembinaan esports, seperti yang baru muncul di kawasan The Breeze BSD, Kabupaten Tangerang, Banten

Pro Kontra yang Dihadapi

BnTeT 2

Jalur pembinaan seperti ini tentu dapat mendatangkan pro kontra baik dari pendidik ataupun masyarakat secara umum yang belum mengerti. Kebanyakan orang yang tidak mengerti takut akan masa depan si anak jika bergantung pada dunia game. Hal ini tentu muncul dari ketidak tahuan, di era sekarang para pro player tidak harus memenangkan tournament untuk mendapatkan pemasukan. Mereka juga bisa buat konten dengan livestream ataupun video agar mendapatkan pemasukan sampingan.

Jika kamu yang ingin mencoba meraih cita – cita, kamu tidak perlu takut. Ayo segera download Counter Strike ini dan mulai aktif berlatih sambil tetap disiplin belajar!

Leave a Reply