Status Pamor CS:GO Sebagai Game Kompetisi

Shotgun CSGO

Dari kabar berubahnya CS:GO menjadi gratis, makin banyak orang beranggapan ini adalah kesempatan untuk game ini kembali Berjaya. Banyak orang berharap dengan terbukanya gerbang untuk bermain dengan lebih bebas secara free, banyak orang lebih tertarik dengan game ini.

Persepsi pemain ini memang terbukti dari data yang ada di Steamdb dan Steamcharts. Peningkatan Counter Strike download dan pemain dari sebelum pengumuman dan setelah pengumuman tanggal 6 Desember 2018 lalu merupakan bukti jelas banyak orang kembali tertarik pada game ini. Namun apakah ketertarikan game ini akan membuat peningkatan esports di CS:GO?

Kemungkinannya Kecil

Gage
youtube

Secara theory, makin populer sebuah game, makin besar juga sisi esports-nya. Contoh untuk hal ini adalah DoTA 2. Game ini sudah lebih dulu menjadi game gratis dibandingkan dengan CS:GO. Karena gratis, banyak pemain yang masuk kedalamnya, karena gratis pula game ini lebih populer.

Jika dilihan dari sisi esports, DoTA 2 mampu menjadi game yang bergengsi dengan adanya TI (The International). Semua pemain DoTA 2 yang pro selalu bermimpi memenangkan ajang internasional ini. Para pemain biasa game inipun terlibat dalam pengumpulan price pool di TI. Sifat saling melengkapi dari sisi esports dan sisi casual game ini tentunya sangat sukses.

Vertigo CSGO
youtube

Masalahnya hal seperti ini sulit diwujudkan oleh CS:GO. Turnament esports game ini tentu besar, tapi apealnya masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan event – event tournament lain. Lihat saja pada World Championship pada League of Legends. Event ini menjadi tournament yang ditonton ratusan ribu penonton sekaligus di Twitch. Hal seperti ini memang pernah terjadi pada CS:GO, tapi sudah lama tidak terulang. Hal ini tentu karena download Counter Strike Global Offensive jumlahnya menurun tiap harinya sebelum jadi free.

CS:GO sepertinya perlu appeal yang lebih jika ingin bertanding sebagai game kompetisi yang populer. Sebagai game, CS:GO tergolong tua, saingan game FPS sekarang ini lebih bervariasi dan tentunya mulai memecah fans game ini ke area genre lain. Contoh saja class base game seperti Overwatch, super tactical base seperti Rainbow Six Siege, battle royal seperti PUBG ataupun campuran dari ketiga hal itu seperti Apex Legends.

Masalah Apeal CS:GO di Indonesia

deagle
valve

Di Indonesia daya tari CS:GO sebagai game kompetisi tentu masih ada tapi tertutupi dengan banyak game mobile. PUBG Mobile dan Mobile Legends adalah dua game yang sekarang ini tidak bisa dipisahkan dari perkembangan Indonesia ke dunia esports modern. Pada Piala Presiden lalu, game Mobile Legends dan DoTA 2 sukses di pertandingkan. Pada pemenang event esports ini nantinya akan dipilih untuk maju ke SEA Games 2019.

Daya tarik game mobile di masyarakat Indonesia sayangnya lebih efektif. Jika ingin bersaing, Valve harus siap mengubah CS:GO menjadi lebih mudah di akses seperti game mobile ini. Di Indonesia, banyak orang belum tentu punya PC, tapi untuk smartphone tentu lebih banyak orang punya. Akses ini tentu tidak akan mudah dikalahkan oleh CS:GO.

Walaupun banyak tantangan yang harus di hadapi, mudah – mudahan CS:GO bisa berkembang lagi seperti di masa jayanya dulu saat ada versi Counter Strike Source.

Leave a Reply